PT Bestprofit Medan

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker




 

Kasus Kebakaran Kejagung, Polri Gelar Perkara Tetapkan Tersangka Hari Ini

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono,
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Bareskrim Polri akan mengadakan gelar perkara kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Agendanya, Polri akan menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran dua bulan lalu itu.

“Rencananya iya, (gelar perkara untuk menetapkan tersangka hari ini),” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, saat dihubungi, Jumat (23/10/2020). Argo belum menyebut kemungkinan pasal yang akan disangkakan kepada pelaku. “Nanti diumumkan setalah gelar,” katanya. PT. BPF MEDAN

Untuk diketahui, proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini sudah berjalan hampir 2 bulan, tepatnya sejak gedung ini terbakar pada Sabtu (22/8) lalu. Namun, polisi tak kunjung menetapkan siapa pun sebagai tersangka. PT. BPF

Polri dan Kejagung menggelar ekspose untuk menentukan penyebab dan tersangka kebakaran. Hasilnya, tidak ada unsur kesengajaan dalam hal ini. PT BESTPRO

“Tidak ada, tidak ada unsur kesengajaan,” kata Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana di kantornya, Jalan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/10). BESTPRO

Fadil tidak memerinci substansi ekspose tersebut. Namun ia menyebut bahwa dalam ekspose itu, sudah ada surat usulan penetapan tersangka. BEST PROFIT FUTURES

“Dari gelar perkara tadi, sebenarnya substansinya saya tidak boleh memberi tahu, karena nanti akan diteliti oleh jaksa peneliti. Tapi, tadi ada surat saja usulan penetapan tersangka,” kata Fadil. PT BEST PROFIT FUTURES

Buruh Minta Demo di Depan Istana Negara, Hendak Sampaikan Surat ke Jokowi

Massa Buruh Minta Difasilitasi Demo di Depan Istana Negara
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Massa buruh dari FSP LEM SPSI meminta kepada kepolisian agar difasilitasi untuk demo di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka hendak menyampaikan surat dan kajian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini kami aksi lanjutan tanggal 6, 7, 8 Oktober, sekarang kita menolak UU Cipta Kerja karena kasat mata prosedur, proses, sampai terjadinya UU tidak mencerminkan jiwa Pancasila, tidak ada proses musyawarah dan mufakat. Kami meminta kepada Presiden, kita akan mengirimkan surat hari ini dengan lampirannya. Kita minta Presiden mengeluarkan Perppu pembatalan UU Cipta Kerja,” kata Ketum FSP LEM SPSI Arif Minardi di simpang Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020). PT. BPF

Arif berharap massa buruh bisa bergerak ke depan Istana dan menemui Presiden Jokowi. Mereka telah menyiapkan surat dan kajian yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja. PT. BPF MEDAN

“Kita akan melakukan aksi-aksi terus sampai UU Cipta Kerja dicabut melalui Perppu. Presiden kita sudah siapkan surat dengan lampirannya dengan analisanya. Kita sudah siapkan. Kronologis dan kajian lengkap mudah-mudahan Presiden bisa membaca termasuk pertemuan tim-tim yang dikatakan mereka bahwa sudah berbicara dengan buruh itu semuanya hanya formalitas bukan seperti diskusi,” ujar Arif. BESTPRO

Arif mengatakan ada sekitar 5.000 massa yang hadir di Patung Kuda. Mereka awalnya melakukan long march dari Tugu Tani. BEST PROFIT FUTURES

“Massa sendiri ada 5.000-an. Kami harap pak polisi bisa kita sampai ke Istana dan Pak Presiden bisa mendengarkan orasi-orasi kami dan kami bisa menyampaikan langsung ke Presiden surat yang kami buat ini dan sudah detail surat kami,” ucap Arif. PT BEST PROFIT FUTURES

Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Wartawan Demas Laira

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan depan) dan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (tengah)
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Polisi menangkap 6 terduga pelaku pembunuhan wartawan bernama Demas Laira di Sulawesi Barat (Sulbar). Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda.

“Iya benar tim gabungan melakukan penangkapan,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Rabu (21/10/2020). PT. BPF MEDAN

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan para pelaku pembunuhan Demas Laira ditangkap tim gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim, Ditkrimum Polda Sulbar dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel, Selasa (20/10/2020). Pembunuhan itu diduga karena salah satu pelaku sakit hati adiknya dipermalukan korban. PT. BPF

“Pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan adik perempuan salah satu pelaku, Syamsul,” kata Ferdy Sambo. BESTPRO

Enam pelaku itu ialah Syamsul (32), yang ditangkap di Mandar, Pohuwato, Gorontalo; Nawir (30) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Doni (20) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Haerudin (18) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Ilham (19) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; serta Ali Baba (25) ditangkap di Pasangkayu, Sulbar. PT BESTPRO

“Dijerat pasal berlapis, Pasal 170 Pasal 338 KUHP, 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” ujar Ferdy Sambo.  BEST PROFIT FUTURES

Sebelumnya, Demas Laira ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Poros Dusun Salibaju, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kamis dini hari (20/08) lalu, sekitar pukul 02.05 Wita. Polisi yang melakukan penyelidikan menduga Demas tewas akibat dibunuh. Di tubuhnya ditemukan sedikitnya 17 luka bekas hunjaman senjata tajam. PT BEST PROFIT FUTURES

Polisi Tangkap Provokator Ricuh Demo Tolak Omnibus Law di Batu Bara Sumut

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut), beberapa waktu lalu berujung ricuh. Seorang diduga provokator kericuhan, ASL (28), ditangkap polisi.

“Saat ini satu tersangka inisial ASL yang menjadi provokator aksi demo yang berujung anarkis sudah kami amankan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020). PT. BPF MEDAN

Tatan mengatakan ASL diduga menjadi provokator kericuhan saat ada demonstrasi menolak omnibus law di depan kantor DPRD Batu Bara, Senin (12/10). ASL ditangkap di Patumbak, Deli Serdang, Jumat (16/10). BESTPRO

ASL diduga menyampaikan orasi yang menghasut pengunjuk rasa melakukan tindak anarkistis hingga melukai petugas. Tatan menyebut polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak lain.  “Penyelidikan juga terus berlanjut terhadap tersangka yang belum tertangkap,” ujarnya. PT. BPF

Tatan mengatakan demonstrasi di depan kantor DPRD Batu Bara itu awalnya berjalan tertib. Namun tiba-tiba massa mulai ribut dan melemparkan batu ke arah petugas. PT BESTPRO

Salah satu yang terkena lemparan batu adalah Kasat Sabhara Polres Batu Bara AKP DP Sinaga. Batu mengenai kepalanya hingga menyebabkan yang bersangkutan terluka. BEST PROFIT FUTURES

Polres Batu Bara juga telah menahan tujuh orang tersangka setelah kericuhan terjadi. Mereka adalah SUH (44), MHA (20), MHF (23), MHS (23), AG (40), JS (20), dan BDP (20). PT BEST PROFIT FUTURES