PT Bestprofit Medan

5 Alasan Berkeringat Baik untuk Kesehatan

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

KOMPAS.com – Entah Anda berkeringat karena jogging ataupun karena aktivitas harian, keringat yang keluar itu memberi manfaat kesehatan yang mungkin tidak Anda duga selama ini.

Anda sudah tahu bahwa keringat membantu mendinginkan suhu tubuh yang terlalu panas (karena cuaca atau aktivitas fisik). Keringat juga membantu tubuh mengeluarkan racun. Selain dua itu, masih ada lima manfaat lain dari keringat.

Meredakan nyeri

Pegal di leher dan tak ada seorang pun bisa memijat Anda? Lakukan saja aktivitas fisik sampai Anda berkeringat.

Aktivitas fisik seperti olahraga akan merangsang produksi endorfin yang bertindak sebagai obat alami penghilang rasa sakit,” kata James Ting, MD, dokter spesialis olahraga di Hoag Orthopedic Institute di Irvine, California.

Menyembuhkan jerawat

“Ketika Anda keringat, pori-pori akan terbuka dan melepaskan kotoran yang ada dalam pori-pori tersebut,” kata Whitney Bowe, MD dermatolog di Briarcliff Manor, New York.

Penting diingat, semua kotoran yang keluar dari pori-pori ini akan terakumulasi di kulit wajah. Karena itu, penting bagi Anda membersihkan wajah setelah melakukan aktivitas fisik.

Mengontrol mood

Dr. Ting mengatakan, penelitian mengungkapkan, ada sirkuit saraf di beberapa area otak yang sensitif terhadap suhu. Sirkuit saraf ini berperan penting dalam mengendalikan suasana hati.

“Ketika Anda berkeringat karena suhu tubuh naik usai berolahraga misalnya, sirkuit ini menyala sehingga timbul perasaan nyaman dan bahagia.”

Mencegah infeksi

Studi dari Eberhard Karls University Tubingen di Jerman menunjukkan, bahwa keringat berisi antimikroba alami yang disebut dermcidin. Dermcidin telah terbukti kemampuannya melawan kuman tuberkulosis dan patogen berbahaya lainnya, kata Dr. Bowe.

Menurunkan risiko batu ginjal

Penelitian dari University of Washington menemukan, bahwa keringat keluar bersama garam dan cenderung untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang.

Jika tidak berkeringat, garam dan kalsium bersama-sama tetap ada di dalam tubuh lalu menuju ke ginjal dan membentuk batu ginjal. Orang yang berkeringat juga juga cenderung minum air lebih banyak dan ini adalah mekanisme lain mencegah pembentukan batu ginjal. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.kompas.com