PT Bestprofit Medan

5 Faktor Ini Mempercepat Terjadinya Penyakit Pikun

PT Bestprofit Futures Medan

Р Jakarta, Demensia atau penyakit pikun umum dialami oleh setiap manusia. Semakin bertambahnya umur, kapasitas otak akan semakin mengecil yang membuat seseorang akhirnya mudah melupakan sesuatu.

Pakar mengatakan demensia biasanya menyerang ketika seseorang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Namun jika memiliki beberapa faktor risiko ini, demensia bisa menyerang lebih cepat, bahkan sebelum usia 60 tahun.

Lalu, faktor apa saja yang membuat demensia menyerang lebih awal? Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut 5 di antaranya:

1. Kegemukan

Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Cambridge University menunjukkan dampak buruk kegemukan dan obesitas tidak hanya terjadi pada jantung ataupun pembuluh darah. Kegemukan dan obesitas juga membuat otak menua 10 tahun lebih cepat, yang secara otomatis mempercepat terjadinya pikun.

Hal ini diketahui setelah peneliti memeriksa 473 otak responden berusia 20-87 tahun. Secara alamiah semakin tua seseorang maka otak memang perlahan akan kehilangan bagian bernama materi putih (white matter) yang bertanggung jawab menyalurkan informasi, namun pada orang obesitas jumlah materi putih yang hilang jauh lebih banyak untuk kelompok usianya.

2. Mudah cemas

Meski ada yang mengatakan mudah cemas sebagai ‘bawaan lahir’, tetapi menurut sebuah penelitian karakter semacam ini akan meningkatkan peluang seseorang untuk terserang demensia atau kepikunan di kemudian hari.

Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap 1.082 pasang kembar identik maupun non-identik selama 28 tahun. Masing-masing pasangan juga mengerjakan tes yang diberikan peneliti tiap tiga tahun sekali. Di waktu yang sama, partisipan juga mendapatkan screening untuk mengetahui risiko demensia mereka.

Ternyata dari situ peneliti menemukan, si tukang cemas berisiko 48 persen lebih besar untuk mengalami penurunan kognitif yang kemudian bisa memicu demensia, dibandingkan mereka yang tidak mudah cemas. Padahal studi ini hanya didasarkan pada pelaporan mandiri dari si partisipan, bukannya diagnosis klinis yang diberikan dokter.

PT Bestprofit Futures Medan

3. Cedera kepala

Cedera kepala dan gegar otak bisa merusak pembuluh darah yang ada di otak. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah lupa dan lebih cepat mengalami pikun atau demensia.

Hal ini menjadi perhatian setelah banyak atlet-atlet rugby di Amerika yang masuk rumah sakit dan didiagnosis mengalami demensia ketika baru berusia 50-55 tahun. Diduga kuat, hal ini disebabkan oleh benturan yang terjadi saat aktif sebagai atlet.

Pakar menyebut kondisi demensia pada atlet olahraga fisik rentan disebabkan oleh penyakit Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), kondisi yang juga sering terjadi pada petinju. Read more . PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com