PT Bestprofit Medan

82% Inflasi Disumbang Daerah, TPID Bukan Hal Sepele

Best Profit Futures 7Best Profit Futures – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan daerah menyumbang 82% terhadap tingkat inflasi nasional, sedangkan Jakarta hanya berkontribusi 18%. Itu sekaligus menunjukkan peran daerah sangat berarti dalam pembentukan inflasi. Saat ini, BPS juga menggunakan indeks harga konsumen (IHK) di 82 kota sebagai sampel untuk perhitungan inflasi.

“Dengan gambaran itu, maka pengendalian inflasi harus dilakukan secara menyeluruh baik oleh pusat maupun daerah. Hal itu pula yang membuat di masing-masing daerah terdapat sistem TPID,” kata dia.

Peran TPID adalah memantau dan mengendalikan inflasi di daerah supaya harga barang konsumsi tidak naik tinggi. Karena harga yang tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat.

Sementara itu ekonom Indef Eny Sri Hartati mengatakan, selama ini peran TPID sebagai ujung tombak pengendalian inflasi belum optimal. Itu tercermin dari tingkat inflasi yang berbeda-beda antardaerah dan masih adanya kesenjangan harga yang cukup tinggi di berbagai daerah.

Menurut Eny, TPID semestinya dapat dijadikan sebagai instrumen yang dapat mengkoordinasikan problem inflasi antardaerah dan instansi. Antara daerah yang satu dan yang lain, kata Eny, memiliki pemicu inflasi yang berbeda-beda, di antaranya bisa masalah pasokan atau distribusinya.

“Pokok permasalahan ini yang bisa dikoordinasikan oleh tim TPID yang idealnya harus fleksibel dan dinamis. Misalnya, jika terjadi masalah dalam pasokan daging, dinas pertanian dan dinas perdagangan dapat berkoordinasi melalui tim TPID. Dengan demikian, di daerah yang pasokan dagingnya kurang dapat dipenuhi,” papar dia.

Informasi Harga Jaman Soeharto

Lebih lanjut, TPID dapat difungsikan untuk mendukung informasi pasar. Pada era Presiden Soeharto, masalah informasi harga ini dinilai lebih baik, karena diumumkan melalui media massa, seperti RRI. Saat itu, insting pedagang berjalan, mereka akan memasok barang ke daerah yang masih menawarkan harga tinggi.

“Meskipun kondisi waktu itu tidak se-complicated saat ini, keterbukaan harga efektif untuk menstabilkan harga. Saat itu, sistem memang juga masih sentralistik, kini dengan adanya otonomi daerah, tim TPID harus berperan lebih optimal dalam memberikan informasi pasar,” papar dia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) cukup penting dalam mengendalikan inflasi khususnya di daerah.

Menurut dia sumber inflasi nasional berasal dari inflasi daerah, jika inflasi daerah sudah stabil maka akan berdampak positif terhadap inflasi nasional.

Dengan demikian, peran TPID dibutuhkan untuk menjaga kestabilan inflasi daerah, jelasnya.

“Peran TPID cukup penting sekali,” ujar dia ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (17/6).

Sasmito mengatakan peran TPID di daerah juga bervariatif, tergantung bagaimana cara TPID memanfaatkan BPS setempat sebagai nara sumber dalam pengendalian inflasi.

“Kalau TPID dan BPS daerah berkoordinasi mungkin inflasi bisa dikendalikan,” ujar dia.

PT.BESTPROFIT FUTURES MEDAN

Sumber : beritasatu.com