PT Bestprofit Medan

Aktivitas Gunung Slamet Mereda, Lokon Tinggi

Best profit Futures6Best Profit Futures – Aktivitas Gunung Slamet yang berbatasan dengan lima kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) yakni Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang terus menunjukkan penurunan hingga hari ini setelah pada Jumat (12/9) sempat meletus. Kondisi sebaliknya terjadi pada Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang terus menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan pemantauan dari stasiun pengamatan Gunung Slamet, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  Badan Geologi, sejak Minggu (14/9) hingga saat ini tidak terlihat asap hitam yang keluar dari kawah.

Begitu halnya dengan aktivitas kegempaan yang mulai mereda menurun. Pada Senin (15/9)  pukul 00.00 – 06.00 WIB terpantau hanya 13 gempa hembusan tanpa asap. Adapun pada pukul 06.00-12.00 WiIB tercatat 17 kali gempa hembusan. Status gunung sampai saat ini masih Siaga (level III). Tidak diketahui secara pasti apakah penurunan ini akan terus berlangsung lama ataukah ini hanya fluktuatif saja.

“Namun demikian masyarakat di lima pemda di sekitar Gunung Slamet telah siap menghadapi kondisi yang terburuk. Apalagi watak Gunung Slamet memang tidak seganas Gunung Merapi dan Gunung Kelud,” kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan elektroniknya, Senin (15/9).

Sebaliknya Sutopo menjelaskan, Gunung Lokon di Kota Tomohon terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Dini hari tadi  (15/9) pukul 00.00-06.00 WIB, secara visual terlihat asap kawah putih tipis berkisar 75-200 meter (m). Terjadi 19 kali gempa vulkanik dalam, 32 kali gempa vulkanik dangkal, dan 10 kali gempa hembusan.

Saat ini kata dia, status Gunung Lokon Siaga (level III). Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan magmatik disertai lontaran material pijar berukuran lapili hingga bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas secara tiba-tiba.

Jika awan panas terjadi, maka masyarakat di alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai awan panas tersebut. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2,5 kilometer (km)

Sutopo menambahkan, BPBD Kota Tomohon dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara juga telah siap menghadapi kondisi terburuk. “BNPB telah mendampingi dan memperkuat BPBD dengan berbagai bantuan, baik manajemen keposkoan, penanganan darurat, penyusunan rencana kontinjensi, bantuan logistik dan peralatan, dan lainnya,” kata Sutopo.

Sumber : beritasatu.com