PT Bestprofit Medan

Apa Kabar Obat Kina dari Jabar untuk Sembuhkan Corona?

Pekerja memasukan kulit pohon kina (cinchona) kedalam mesin penggiling untuk dijadikan kulit kina kering tepung di Pabrik Pengolahan Kina milik PTPN VIII Bukit Unggul, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menyatakan, chloroquine yang terkandung dalam tanaman kina hanya cocok untuk penanganan infeksi virus corona (COVID-19) berat dan yang disertai komplikasi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT РPenggunaan obat kina kembali mengemuka untuk penyembuhan pasien virus Corona COVID-19. Pasalnya, kinolin yang berada dalam kina, memiliki kandungan yang mirip dengan klorokuin fosfat.

Sebagai salah satu sentra penghasil kina terbesar di Indonesia, Pemprov Jawa Barat pun melibatkan beberapa universitas, termasuk Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk mengembangkan obat tersebut bagi pasien yang terinfeksi virus Corona. BESTPRO

“Sampai dengan saat ini, kita masih menunggu persetujuan dari lembaga penelitian, termasuk lembaga yang memiliki izin dan hak, terkait peredaran dan penggunaannya,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID – 19 Jabar Berli Hamdani dalam konferensi pers daring, Kamis (16/4/2020). PT BEST PROFIT

“Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan kabar baik dari obat yang berada di provinsi Jabar ini,” katanya. PT BESTPRO

Sebelumnya, periset dari Qingdao University China dan Mrs Wang dari Wuhan Institute of Virology, melakukan uji uji klinik multisenter di 10 rumah sakit di China, dalam jurnalnya 100 pasien Corona yang diberi klorokuin menunjukkan kesehatan tubuh yang membaik. BESTPROFIT

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik UNPAD Keri Lestari mengatakan, kinin sulfat yang ada dalam obat kina memiliki efek yang sama dengan klorokuin dalam menyembuhkan penyakit malaria, yang jenis penyakitnya mirip dengan corona. BPF

“Nah setelah ditelusuri juga klorokuin fosfat dengan kinin sulfat ini punya efek yang sama untuk anti malaria dengan mekanisme kerja yang sama, kalau kita lihat sejarah tahun 1940 tahun, pernah terjadi klorokuin resisten malaria, kemudian diganti kinin dan hasilnya baik,” kata Keri. BEST PROFIT FUTURES

Ia mengatakan, penggunaan repurposing drug dengan profil obat yang sudah diketahui hasil dan efek penggunannya selama puluhan tahun, lebih masuk akal untuk menangani wabah COVID-19, daripada menunggu obat dengan senyawa baru yang penyempurnaannya bisa memakan waktu bertahun-tahun. PT BEST PROFIT FUTURES