PT Bestprofit Medan

Author Archives: BestProfit Futures Medan

Teh Anget Vs Es Teh, Mana yang Lebih Baik?

ilustrasi es teh
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Siapa sih yang nggak kenal teh, salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Teh bisa membuat tubuh rileks dan jauh dari stres.

Sebagian orang biasa memulai harinya dengan minum segelas teh hangat. Tapi, ada juga yang lebih suka es teh yang disajikan secara dingin saat cuaca panas. Tapi, di antara keduanya mana ya yang lebih baik untuk tubuh? PT BEST PROFIT

Dikutip dari Times of India, apapun jenis tehnya lebih baik disajikan secara dingin. Hal ini bisa mempengaruhi kandungan antioksidan yang dimiliki teh tersebut. PT BESTPRO

Saat teh disajikan hangat atau panas, zat antioksidan yang masuk ke dalam tubuh akan menurun. Apalagi saat teh dibiarkan dalam waktu yang lama dalam keadaan tersebut. BESTPRO

Teh panas atau hangat secara berlebihan juga dikaitkan dengan kanker. Sebuah penelitian pada 2018 lalu membuktikan bisa meningkatkan risiko kanker. Hal ini akan berpengaruh lebih tinggi pada orang yang merokok dan biasa minum alkohol. BPF

Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada 2019 juga mengungkapkan terlalu banyak minum teh panas bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan. BEST PROFIT

Dalam hal ini, minum teh yang dingin atau dengan es dipercaya lebih baik, apalagi tanpa pemanis atau gula. Hal ini bermanfaat untuk penderita hipertensi, mengurangi berat badan, dan baik untuk orang yang memiliki masalah jantung atau kardiovaskular. BEST PROFIT FUTURES

Manfaat lainnya, teh yang dingin tidak menurunkan kadar antioksidannya. Selain itu, bisa memaksimalkan senyawa lain yang ada di dalam teh seperti asam galat dan epigallocatechin gallate yang bisa mencegah kanker. PT BEST PROFIT FUTURES

Tenggorokan Remaja Ini Bengkak, Dokter Sebut karena Vape

ilustrasi vape
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT  – Vape sering digambarkan sebagai salah satu alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan merokok. Namun sebuah penelitian baru mengungkap kalau Vape juga sama-sama memiliki resiko.

Penelitian yang dilakukan oleh para dokter di Children’s National Hospital di Washington DC, menemukan seorang gadis remaja yang tenggorokannya membengkak, disebut akibat kebiasaan ‘vaping’. PT BEST PROFIT

Remaja yang tidak disebut namanya itu mengunjungi dokter setelah suaranya menjadi serak. Ia merasa seperti ada yang sedang bersarang dalam tenggorokannya. PT BESTPRO

Awalnya dokter tidak mencurigai hal itu sebagai akibat dari kebiasaan vaping-nya. Dokter mengira remaja itu hanya mengalami alergi biasa. Namun ketika diberikan obat antihistamin, kondisi tenggorokan remaja itu belum juga membaik. Akhirnya ia segera dirujuk ke rumah sakit. BESTPRO

“Kami menguji spesimennya dalam sejumlah cara untuk sejumlah patogen pernapasan, termasuk virus pernapasan, virus influenza, virus Epstein-Barr, Streptococcus dan banyak lagi. Namun semua negatif,” ujar Michael Jason Bozzella, salah satu dokter yang melakukan penelitian ini, dikutip dari Mirror. BPF

Hasil tes yang dilakukan tidak menunjukkan kalau remaja tersebut terbukti terinfeksi jamur, bakteri, atau virus. Namun ketika berbicara mengenai keluhannya, remaja tersebut mengakui kalau ia memiliki kebiasaan ‘vaping’ selama berbulan-bulan hingga akhirnya ia merasa ada yang salah dengan tenggorokannya. BEST PROFIT

Para dokter yang tergabung dalam penelitian itu menyebut bahwa penyebab tenggorokannya menjadi bengkak adalah vape terbilang masuk akal. Dr Kathleen Ferrer, yang juga penulis senior studi ini, mengatakan kemungkinan remaja mengalami epiglottitis subakut, suatu kondisi yang bisa mengancam jiwa. BEST PROFIT FUTURES

“Kasus yang tidak biasa ini menambah daftar efek buruk yang semakin meningkat disebabkan oleh vaping,” katanya. PT BEST PROFIT FUTURES

Kelamaan Pakai Headset Wanita Ini Disebut Tuli Mendadak, Catat Batas Amannya

Kelamaan mendengarkan musik seorang wanita jadi tuli (Foto: iStock)
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT – Seorang wanita berusia 28 tahun dikabarkan satu telinganya mendadak tuli karena berjam-jam memakai earphone. Ia juga disebut memiliki kebiasaan buruk begadang.

Melansir World Of Buzz, Xiao Jing dari Taiwan terbiasa menonton serial drama untuk menghilangkan stres sepulang bekerja setiap hari. Dia selalu memakai earphone saat menonton drama. PT BEST PROFIT

Tiba-tiba ia sadar ada yang salah dengan pendengaran di salah satu telinganya. Awalnya dia mengira headset yang ia pakai sudah rusak, namun setelah mencoba mengganti headset dengan yang baru, ia menyadari ada masalah dengan telinganya. BESTPRO

Setelah mencari perawatan medis, dokter mengatakan kalau ia mengalami ‘tuli mendadak’. Akhirnya ia dirawat dengan steroid dan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), Xiao Jing mendapatkan kembali 80% pendengarannya di telinga kiri dan telah kembali ke rutinitas sehari-harinya dengan normal. PT BESTPRO

Dr Zhang dari Departemen Otolaringologi Rumah Sakit Luodong Bo-ai, mengatakan bahwa penyebab tuli mendadak ini belum diketahui pasti. Menurutnya, jika seseorang mengalami tuli mendadak, mereka harus segera mencari perawatan medis paling lambat 3 hari, sehingga ada peluang lebih tinggi untuk pulih. Mereka yang didiagnosis ‘tuli mendadak’ disarankan untuk banyak beristirahat agar mengurangi kemungkinan resiko terjadi lagi. BPF

Sebelumnya, dikatakan dr Linda Herliana, SpTHT-KL, MKes dari RS Permata Depok, sebuah literatur menyebutkan ratio 60 : 60. Artinya pemakaian tidak lebih dari 60 persen volume suara dan tidak lebih dari 60 menit setiap pemakaian. BEST PROFIT

Namun menurutnya, kemampuan headset dalam mengeluarkan suara bisa mencapai sekitar 120 dB, dan rupanya telinga kita untuk suara setinggi itu hanya sanggup kontak selama sekitar 12 menit dalam satu minggu. BEST PROFIT FUTURES

“Artinya dalam 1 hari saraf telinga kita hanya sanggup menerima sekitar kurang dari 2 menit saja,” kata dr Linda pada detikcom beberapa waktu lalu. PT BEST PROFIT FUTURES

BMKG: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jakarta Kamis Malam

BMKG: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jakarta Kamis Malam
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi DKI Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai petir pada Kamis (6/2) malam. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada malam hari,” kata BMKG mengutip Antara, Kamis (6/2). PT BEST PROFIT

Hujan tersebut diperkirakan sudah terjadi sejak Kamis siang di dua wilayah, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan untuk wilayah lainnya seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diperkirakan cerah berawan hingga berawan. BESTPRO

Hujan lebat pada Kamis malam diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan untuk hujan petir terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Timur serta Kepulauan Seribu. PT BESTPRO

Hujan diprediksi terjadi sampai Jumat (7/2) dini hari. Untuk kawasan dengan hujan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di kawasan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. BEST PROFIT FUTURES

Sedangkan untuk hujan dengan intensitas lebat disertai petir diperkirakan terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Untuk suhu rata-rata selama hujan mengguyur Jakarta diperkirakan berada di kisaran 24-29 derajat Celcius dengan kelembapan di antara 75-100 persen. BPF

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan kewaspadaan potensi terjadinya banjir pada Februari hingga Maret 2020 di sejumlah wilayah, salah satunya DKI Jakarta. BEST PROFIT

“Sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan di antaranya Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Rita seperti dilaporkan Antara, Kamis (30/1). PT BEST PROFIT FUTURES