PT Bestprofit Medan

Benarkah Konsumsi Kapsul Plasenta Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh?

Best Profit Futures Medan

Best Profit Futures Medan

KOMPAS.com – Beberapa ibu percaya, konsumsi plasenta usai melahirkan dapat membawa manfaat. Kini, tren memakan plasenta berkembang menjadi tren konsumsi plasenta dalam bentuk kapsul.

Kim Kardashian merupakan salah satu seleb yang terkenal rutin konsumsi kapsiul plasenta setelah kelahiran anaknya Kanye Saint dan North West dalam upaya untuk menangkal depresi postnatal.

Kim mengatakan, bila masih banyak orang yang memakan plasenta dalam bentuk steak atau olahan makanan, ia lebih memilih untuk mengonsumsi dalam bentuk kapsul.

Adiknya Kourtney juga mengonsumsi kapsul plasenta setelah kelahiran anak ketiganya Reign Aston Disick. Ia mengatakan kepada jutaan pengikutnya di Instagram bahwa dia menjadi mudah sedih—terkait depresi pasca kelahiran—bila tak mengonsumsi kapsul tersebut.

Sementara presenter televisi Inggris Coleen Rooney, berani bersumpah kalau kapsul plasenta memberikan ledakan energi usai kelahiran anak ketiganya.

Kini, semakin banyak pula perusahaan yang mengambil keuntungan dari tren tersebut, seperti London Placenta Centre yang memungut biaya sekitar Rp3,7 juta untuk mengubah plasenta menjadi kapsul.

Mereka mengambil plasenta dari rumah sakit dan mengolahnya melalui proses pengeringan dan penggilingan hingga akhirnya menjadi kapsul.

Kapsul plasenta memiliki sangat sedikit rasa. Berbeda dengan plasenta ketika dimasak, rasa plasenta dikatakan mirip dengan daging sapi.
Adakah Manfaat Konsumsi Kapsul Plasenta?

Beberapa orang percaya bahwa nutrisi dari ibu ke janin selama sembilan bulan kehamilan masih dikemas baik dalam plasenta. Sehingga, memakan plasenta bisa membantu ibu pulih dari kelelahan dan stres selama melahirkan dan meningkatkan kekuatannya saat menyusui.

Beberapa orang juga meyakini, konsumsi plasenta dapat mencegah depresi pasca-persalinan, mendorong produksi ASI, dan meningkatkan energi yang sangat dibutuhkan untuk ibu baru.

Sayangnya, anggapan ini masih kontroversi, karena saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa makan plasenta memiliki manfaat bagi ibu pasca melahirkan.

Roger Marwood, dari Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, mengatakan, “Tidak ada bukti manfaat fisik dengan mengonsumsi plasenta, apakah itu mentah, dalam smoothie atau dalam bentuk kapsul.”

Marwood menekankan, plasenta mungkin penuh protein, tetapi tidak mungkin mampu menangkal depresi postnatal, membantu ibu tidur pulas, meningkatkan produksi ASI atau memberi ibu lebih banyak energi.

Menurutnya, ibu dapat memilih makanan lain yang kaya nutrisi, seperti daging ikan, telur, sayuran, serta buah untuk mendapat manfaat yang lebih baik dari itu. Best Profit Futures Medan

Sumber oleh : health.kompas