PT Bestprofit Medan

Dolar AS Masih Melemah, Emas Semakin Berjaya

\Dolar AS Masih Melemah, Emas Semakin Berjaya   \

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

Bestprofit JAKARTA – Harga emas kembali naik pada hari Rabu Kamis waktu Indonesia. Penyebab kenaikan harga emas ini adalah karena nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah selama 2 hari berturut-turut.

Adapun penyebab dari melemahnya dolar AS ini adalah karena adanya serangan siber secara global. Selain itu, adanya penundaan pada pengesahan Undang-Undang Kesehatan AS juga menimbulkan keraguan dari sejumlah pihak terkait implementasi dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dua hal ini turut mendorong pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lainnya. Bahkan, dolar AS merosot ke level terendah sejak November 2016 lalu.

Melansir Reuters, Kamis (29/6/2017), harga emas tercatat naik sebesar 0,2% pada level USD1.249,20 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka tercatat naik sebesar 0,2% pada level USD1.249,10 per ounce. Bestprofit

Analis ABN Amro Georgette Boele mengatakan, harga emas memang diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Hanya saja, jika dolar AS mengalami pelemahan, maka hal ini akan berdampak pada kenaikan harga emas secara bertahap.

“Untuk sisa tahun ini, kami memperkirakan harga emas akan turun secara perlahan. Tetapi jika dolar AS melemah, (harga emas) akan naik secara perlahan,” jelasnya seperti dikutip Reuters.

Harga emas pun diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun jika nilai tukar dolar AS tak kunjung membaik. Bahkan, kenaikan harga emas diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir 2018.

“Prakiraan akhir tahun 2017 dan 2018 masing-masing adalah USD1.300 dan USD1.400 per ounce,” ujarnya.

Bestprofit