PT Bestprofit Medan

Pengusaha Ingin Kapal Raksasa Lebih Banyak Singgahi Tanjung Priok

Bestprofit

Bestprofit  | Pengusaha Ingin Kapal Raksasa Lebih Banyak Singgahi Tanjung Priok

Bestprofit – Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengapresiasi kinerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang mampu menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran asal Prancis, Compagnie Maritime d’Affretement -Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM). Kini, kapal-kapal pelayaran peti kemas berukuran jumbo bisa langsung masuk ke Indonesia.

“Ini merupakan sebuah langkah yang baik dan Kadin memberikan apresiasi kepada JICT dan Pelindo II. Dengan segala kompleksitas permasalahannya berusaha untuk meningkatkan infrastruktur secara teknis, sehingga bagaimana bisa melayani kapal-kapal besar,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan, Rico Rustombi dalam keterangannya, Kamis (27/4/2017).

Menurut Rico, keberhasilan ini juga tak terlepas dari Hutchinson Port Indonesia, selaku operator pelabuhan JICT. Hutchinson Port Indonesia merupakan anak usaha dari Hutchinson Port Ltd, salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia.

Dengan kerja sama ini, Rico berpendapat biaya logistik akan bisa ditekan sehingga semakin banyak komoditas-komoditas ekspor unggulan Indonesia yang dapat dikirim langsung ke negara tujuan. Selain itu, kerja sama ini juga dapat mendorong perusahaan-perusahaan pelayaran dunia lainnya untuk bermitra dengan JICT.

“Kami berharap semakin banyak perusahaan-perusahaan pelayaran dunia yang mempercayakan bongkar muat ke JICT, tidak hanya dari Prancis. Sehingga perusahaan-perusahaan lain tersebut bisa melirik Indonesia sebagai salah satu opsi direct shipment,” kata Rico.

CMA-CGM dan PT JICT telah sepakat menjalin kerja sama membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Senin lalu (24/4), Kapal CMA-CGM Otello mulai berlayar dari terminal JICT ke West Coast (Los Angeles & Oakland) Amerika Serikat selama 23 hari. Layanan kapal ini direncanakan seminggu sekali.

“Kapal-kapal CMA-CGM merupakan yang terbesar yang pernah singgah sepanjang sejarah berdirinya Tanjung Priok,” ujar Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa.

Sebelumnya, JICT juga sukses melayani dua unit kapal berukuran raksasa lainnya, yakni CMA CGM Titus dan Tancredi juga dengan tingkat produktivitas pelabuhan di JICT mencapai 27-30 Mph (gerakan per jam).

“Layanan perdana JAX Services telah dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. Diharapkan eksportir dan importir di tanah air dapat mengoptimalkan layanan ini,” kata Gunta.‎

Bestprofit – Infrastruktur Topang Pertumbuhan Hunian Vertikal di Depok

Kota Depok menjadi salah kota satelit Jakarta yang kian berkembang dari sisi sektor hunian vertikal. Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya sarana dan infrastruktur pendukung kota Depok yang ada di Selatan Jakarta ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemerintah Kota Depok Wijayanto mengatakan, Depok jadi pasar potensial untuk hunian, terutama hunian vertikal di tengah lahan yang kian mahal dan terbatas.

“Depok kian berpotensi untuk rumah susun,” katanya, ditulis Kamis (27/4/2017).

Potensial, menurutnya, karena selain permintaan yang tinggi dari konsumen, pembangunan rusun juga bisa menjadi salah satu cara memenuhi program sejuta rumah yang digulirkan pemerintah.

Terkait sarana dan infrastruktur penopang, Depok juga sudah terbilang lengkap. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengatakan, aksesibilitas Depok kian maksimal memasuki 2019. Terlebih, tol Cinere Jagorawi (Cijago) seksi dua sudah mulai beroperasi akhir 2017. Kini, progres konstruksi jalan tol yang terdiri dari Margonda-Cisalak dan Margonda Kukusan itu masing-masing sudah mencapai 68 dan 50 persen.

Tol Cijago akan terdiri dari tiga seksi. Seksi I (Cimanggis-Jalan Raya Bogor) sudah beroperasi pada 2012 lalu, sementara Seksi III (Kukusan-Cinere) masih dalam proses pembebasan lahan.

Adapun akses keluar masuk tol akan berlokasi di Jalan Raya Bogor, Margonda, dan Cinere. Sementara itu, pembangunan jalan tol Depok-Antasari seksi I Antasari-Brigif ditargetkan selesai akhir tahun ini.

“Sekarang penyelesaian konstruksinya sudah mencapai 49,5 persen dengan pembebasan lahan 97 persen,” ujarnya.

Bagi Direktur Utama Orchid Realty, Mujahid, hunian vertikal menjadi solusi utama di pusat kawasan bisnis (CBD) Margonda, Depok. Di kawasan tersebut harga lahan rata-rata menyentuh Rp 20 juta meter persegi (m2). Dua atau tiga tahun terakhir ada dua tipe apartemen yang paling banyak dipasarkan di Depok, yaitu apartemen untuk hunian mahasiswa dan hunian keluarga.

Permintaan untuk hunian mahasiswa bahkan masih yang paling tinggi, mengingat semakin meningkatnya jumlah mahasiswa yang kuliah di UI dan Gunadarma.

“Tipe yang banyak diminati itu tipe studio dengan kisaran harga Rp 300 sampai Rp 500 juta,” ujar Mujahid, dalam kesempatan yang sama.

Sarana pendukung lain adalah adanya fasilitas kesehatan yang memadai. Kepala Rumah Sakit Univesitas Indonesia (RSUI), Julianto Wicaksono, juga didukung kehadiran RSUI yang mulai beroperasi awal 2018. “RSUI akan sekelas rumah sakit di Singapura, namun dengan biaya berobat yang lebih murah,” tutur dia, dalam diskusi tersebut.

Dia menjelaskan, rumah sakit modern berkapasitas 300 tempat tidur ini akan menerapkan konsep Academic Health System yang berorientasi sepenuhnya pada penyediaan lahan pendidikan profesional bagi dokter, dokter gigi, keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat secara terintegrasi.

 

Bestprofit