PT Bestprofit Medan

Cerita Akbar Soal Awal Mula Duel dengan ABK Korea Utara di Atas Kapal di Senegal

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta – ABK Jin Kyong Il dari Korea Utara tewas di tangan ABK Akbar Buchari asal Pemalang, Jawa Tengah. Akbar sudah bersikap mengalah, namun terus ditantang duel oleh Kyong Il. Begini ceritanya.

Pada saat dinvestigasi oleh Kepolisian Pelabuhan Dakar, seperti disampaikan KBRI Dakar, Jumat (26/8/2016) Akbar menjelaskan kronologi kejadian bahwa pada malam tanggal 6 Agustus 2016 dia diprovokasi oleh salah satu ABK dari Korea Utara bernama Jin Kyong Il dan ditantang untuk duel.

Kedua ABK itu sama-sama bekerja dalam sebuah kapal penangkap ikan berbendera Taiwan bernama lambung “Chin Jin Ming”.

Akbar mengatakan bahwa tantangan duel tersebut bukan kali pertama, bahkan Akbar seringkali harus mengalah dan tidak menggubris tantangan tersebut. Akbar terus sibuk melakukan pekerjaannya di atas kapal.

Namun pada malam maut itu, Akbar akhirnya meladeni tantangan Kyong Il ketika diajak bertemu di buritan kapal. Karena telah mengantisipasi perkelahian, masing-masing pihak telah menyiapkan senjata, dengan Akbar membawa sebilah pisau.

Duel sesama ABK satu kapal pun tak terelakkan. Pada awalnya duel berlangsung dengan tangan kosong, sampai pada saat kritis Kyong Il menggunakan tali kapal yang umumnya digunakan untuk menarik objek berat, untuk mencekik dan mengunci leher Akbar.

Karena tercekik, Akbar secara refleks langsung mengambil pisau yang disimpannya dan menusuk perut sebelah kiri Kyong Il, sehingga ABK Korea Utara itu terjatuh dan cekikannya terlepas.

Meskipun telah tertusuk pisau, Kyong Il kembali bangkit dan terus menyerang serta memukul Akbar. Khawatir akan keselamatannya, Akbar untuk kedua kalinya kembali menusukkan pisau ke perut Kyong Il. ABK dari Korea Utara itu pun tumbang bersimbah darah dan tidak bergerak lagi.

Setelah duel berdarah itu, Akbar langsung diamankan oleh para ABK lainnya dan atas perintah Kapten Kapal, Akbar dikurung di ruangan gudang kapal. Pisau yang digunakan untuk menusuk Kyong Il kemudian dibuang ke laut oleh Akbar atas perintah mandor kapal.

Setelah kapal merapat dan sandar di Pelabuhan Dakar, Akbar diamankan oleh kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum. Akbar kini dalam pendampingan KBRI Dakar dalam upaya melindungi WNI. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : news.detik.com