PT Bestprofit Medan

Dalam Setahun, Anda Bisa Kena Pilek Hingga 4 Kali

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

Jakarta, Tidak ada manusia yang sehat 100 persen dalam setahun penuh. Meski sistem kekebalan tubuh Anda sempurna, pakar menyebut manusia tetap akan mengalami pilek hingga beberapa kali dalam setahun.

Dr Penny Burns, dari University of Western Sydney mengatakan sistem kekebalan tubuh manusia tidak benar-benar berfungsi sebagai tameng. Seseorang bisa mengalami pilek hingga 4 kali dalam setahun dan biasanya dipengaruhi oleh cuaca dan musim.

“Proses penyembuhanlah yang membuktikan sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik. Jika sistem kekebalan tidak bekerja, Anda akan sulit sembuh dari pilek. Sebaliknya, sistem kekebalan membuat pilek yang dialami bisa sembuh hanya dalam waktu 3 atau 4 hari,” tutur Penny, dikutip dari ABC Australia.

“Proses penyembuhanlah yang membuktikan sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik. Jika sistem kekebalan tidak bekerja, Anda akan sulit sembuh dari pilek. Sebaliknya, sistem kekebalan membuat pilek yang dialami bisa sembuh hanya dalam waktu 3 atau 4 hari,” tutur Penny, dikutip dari ABC Australia.

Dijelaskan Penny, pilek merupakan reaksi yang dialami tubuh saat ada virus yang menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karenanya, pilek tidak perlu ditangani dengan obat karena sistem kekebalan tubuh akan membunuh virus dengan sendirinya.

Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan sistem kekebalan tubuh untuk setiap orang berbeda. Sistem kekebalan tubuh harus dijaga dalam batas sesuai. Terlalu sedikit dapat menyebabkan infeksi penyakit dan terlalu banyak malah bisa menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit autoimun.

“Memang sulit mengukur seperti apa sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun itu bukan berarti Anda tidak bisa melakukan apa-apa,” ungkapnya.

“Tidur cukup, olahraga teratur, makan dengan gizi seimbang dan tidak merokok dan minum alkohol merupakan cara-cara mudah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap seimbang,” paparnya. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik