PT Bestprofit Medan

Dibongkar, Harga Asli Headphone “Mahal” Beats Ketahuan

PT BestProfit Futures Medan

PT BestProfit Futures Medan

– KOMPAS.com — Perangkat headphone audio bisa berharga mahal, tetapi tak semuanya memiliki kualitas yang sama. Bahkan, harga jual headphone bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga komponen aslinya sehingga menghasilkan profit tinggi.

Itulah yang diungkapkan oleh Avery Louie dengan menelaah sepasang headphone Beats Solo HD untuk mengetahui konstruksi dan “rahasia” di balik kesan mahal perangkat tersebut.

Louie adalah insinyur yang banyak berpengalaman membantu perusahaan-perusahaanstartup merancang dan memproduksi produk. Dia juga familiar dengan industri manufaktur sehingga mampu menghitung berapa “harga sebenarnya” dari sebuah perangkat.

Nah, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Geek.com, Senin (22/6/2015),headphone Beats Solo HD di sini memiliki harga jual sebesar 200 dollar AS atau lebih dari Rp 2,6 juta. Termasuk cukup mahal untuk sebuah headphone bukan?

Setelah dibongkar, Louie menyimpulkan bahwa harga semua komponen Beats Solo HD ternyata tak lebih dari 17 dollar AS (setara Rp 230.000).

Meski belum termasuk biaya lain-lain seperti ongkos riset dan distribusi, angka di atas memberikan ruang luas untuk menarik margin profit karena besarnya tak sampai sepersepuluh harga jual produk yang bersangkutan. Benar-benar bikin geleng kepala!

Kekuatan marketing

Apa yang membuat Beats bisa menjual headphone bikinanannya dengan banderol mahal?

“Ini adalah kekuatan dari brand, Dr Dre dan Jimmy Iovine (musisi pendiri Beats) telah memanfaatkan latar belakang mereka, berikut desain yang bagus, untuk meluncurkanbrand yang menjadi bagian fundamental dari budaya musik pop,” tulis Louie dalam penjabarannya di Medium.
Komponen paling bernilai dari Beats Solo HD, menurut Louie, bukanlah bagian hardwaredari headphone itu sendiri, melainkan kotak kemasan, manual, softcase, dan lain-lain yang total menghabiskan 7 dollar AS, dari total biaya komponen 17 dollar AS tadi.

Kemasan yang apik mungkin ditujukan untuk menunjang kesan mahal dari Beats Solo HD.

Louie juga menemukan empat buah kepingan logam yang tidak memiliki fungsi apa pun, kecuali menambah berat. Keempat bagian logam tersebut menyumbang 30 persen dari bobot keseluruhan.

Trik yang satu ini sebenarnya terbilang umum dilakukan. Berat ekstra memberikan ilusi bahwa perangkat di tangan lebih berkualitas, lebih awet, dan layak ditebus dengan harga mahal.

Beats memang terbilang sukses memasarkan produk audio bikinannya. Para bintang musik dan olahraga yang bertindak sebagai endorser berhasil melekatkan citra mewah dengan aura jalanan pada headphone dengan logo “b” ikonik itu.

Namun, seperti diungkapkan oleh Louie di atas, memang ada baiknya tak lekas percaya dengan apa yang disampaikan iklan sampai kita mencoba sendiri produk yang bersangkutan. PT BestProfit Futures Medan

Sumber oleh : tekno.kompas.com