PT Bestprofit Medan

Duh! Si Kecil Main Gadget Melulu, Orang Tua Harus Bagaimana?

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Awalnya mungkin orang tua bangga saat anaknya, di usia yang begitu belia, sudah terampil mengoperasikan gadget. Tapi sering kali rasa bangga itu berubah khawatir saat si kecil terlalu banyak menghabiskan waktunya dengan gadget. Orang tua harus bagaimana?

“Gadget di era seperti sekarang ini, saya kira boleh saja, jangan lantas sama sekali tidak boleh. Anak boleh diberi kesempatan menggunakan gadget, tapi harus ada aturan dan konsisten menerapkannya,” ujar dr Alinda Rubiati Wibowo SpA (K) dalam talkshow ‘Yuk Pantau Tumbuh Kembang Anak Agar Sehat, Tinggi dan Cerdas’ di Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2016).

Misalnya saja, sambung dr Alinda, dengan membolehkan anak main gadget 1-2 jam saja dalam sehari. Tapi aturan ini harus konsisten diterapkan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyarankan agar interaksi dengan layar, termasuk televisi dan perangkat elektronik lain, dibatasi di mana tidak lebih dari 1-2 jam sehari. Ketimbang membiarkan anak larut di depan gadgetnya, lebih disarankan mendorong anak bermain bebas sebanyak mungkin.

Sebab dengan bermain bebas, anak bisa meloncat, berlari, memanjat dan sebagainya yang nantinya membantu anak tetap aktif serta memperkuat otot dan tulangnya. Selain itu, dengan bermain bebas juga bisa membantu anak mengembangkan keterampilan motoriknya.

Beberapa orang dewasa menyodorkan gadget pada saat anak rewel dan menangis. Tapi hati-hati, anak memang kemudian diam, tapi perhatikan bahwa anak justru asyik dengan kegiatannya dan di waktu berikutnya orang tua justru kewalahan karena anak tidak bisa diam jika tidak diberi gadget.

Jika anak terlalu bergantung pada gadget, termasuk televisi, hal tersebut akan membuat perkembangan bahasa dan keterampilan sosialnya menurun. Termasuk juga keterampilan empati, bergaul, memecahkan masalah, kemampuan menjelajah, serta berinteraksi dengan teman sebaya.

Saat anak ngambek atau marah-marah, termasuk saat gadget-nya diambil, sebaiknya latih ia untuk mengutarakan perasaannya secara verbal dan alihkan dengan kegiatan lain yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan di sekitarnya.

Yee-Jin Shin dalam bukunya ‘Mendidik Anak di Era Digital’ menyarankan sebelum orang tua memutuskan membelikan anak perangkat digital berupa smartphone atau komputer, sebaiknya ajak anak bicara kemudian dibuat peraturan terlebih dahulu. Misalnya, peraturan untuk tidak menggunakannya di saat sedang kumpul keluarga, tidak mengganggu jam belajar, dan tidak menggunakannya sampai larut tengah malam. Setelah aturan disepakati baru Anda bisa memberikan perangkat digital itu kepada anak. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com