PT Bestprofit Medan

FBI Pernah Memeriksa Pelaku Penembakan Orlando Pada 2013 dan 2014

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

Pelaku penambakan di sebuah klub malam khusus gay, Omar Mateen (29) rupanya pernah diincar FBI beberapa tahun lalu. Dia pernah diwawancarai terkait kasus teror.

Mateen merupakan pria kelahiran New York, AS dengan orang tua asal Afganistan. Asisten Agen Khusus FBI, Ronald Hopper menyatakan kepada wartawan seperti dikutip dari CNN, Senin (13/6/2016) bahwa Mateen diwawancarai FBI terkait 2 teror yang berhubungan.

“Wawancara itu kemudian menjadi tak memiliki kesimpulan. Sehingga tak ada alasan untuk melanjutkan wawancara,” kata Hopper. Kedua kasus yang dimaksud itu pun ditutup.

Pada saat kejadian penembakan di Orlando, Minggu (12/6) dini hari waktu setempat, Mateen sudah tidak berada dalam pengawasan FBI. “FBI pertama kali menaruh perhatian pada Mateen pada 2013 saat dia membuat komentar hasutan kepada rekan sekerjanya terkait jaringan teroris,” kata Hopper.

Lalu pada tahun 2014, FBI kembali mewawancarai Mateen. Klai ini terkait kemungkinan hubungan dia dengan pelaku bom bunuh diri Amerika. Ketika itu FBI yakin bahwa Mateen bukanlah ancaman untuk kemudian hari.

“Kami sungguh-sungguh yakin bahwa dalam wawancara singkat itu dan tidak mengarahkan kepada hubungan yang substantive atau mengancam di kemudian hari,” ucap Hopper.

Pelaku penambakan di sebuah klub malam khusus gay, Omar Mateen (29) rupanya pernah diincar FBI beberapa tahun lalu. Dia pernah diwawancarai terkait kasus teror.

Mateen merupakan pria kelahiran New York, AS dengan orang tua asal Afganistan. Asisten Agen Khusus FBI, Ronald Hopper menyatakan kepada wartawan seperti dikutip dari CNN, Senin (13/6/2016) bahwa Mateen diwawancarai FBI terkait 2 teror yang berhubungan.

“Wawancara itu kemudian menjadi tak memiliki kesimpulan. Sehingga tak ada alasan untuk melanjutkan wawancara,” kata Hopper. Kedua kasus yang dimaksud itu pun ditutup.

Pada saat kejadian penembakan di Orlando, Minggu (12/6) dini hari waktu setempat, Mateen sudah tidak berada dalam pengawasan FBI. “FBI pertama kali menaruh perhatian pada Mateen pada 2013 saat dia membuat komentar hasutan kepada rekan sekerjanya terkait jaringan teroris,” kata Hopper.

Lalu pada tahun 2014, FBI kembali mewawancarai Mateen. Klai ini terkait kemungkinan hubungan dia dengan pelaku bom bunuh diri Amerika. Ketika itu FBI yakin bahwa Mateen bukanlah ancaman untuk kemudian hari.

“Kami sungguh-sungguh yakin bahwa dalam wawancara singkat itu dan tidak mengarahkan kepada hubungan yang substantive atau mengancam di kemudian hari,” ucap Hopper. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : news.detik.com