PT Bestprofit Medan

Bisa Atur Genetik Sendiri, Cumi-Cumi dan Gurita Makin Mirip Alien

PT Bestprofit Futures – Bisa Atur Genetik Sendiri, Cumi-Cumi dan Gurita Makin Mirip Alien

PT Bestprofit Futures | Walau tampak sebagai makhluk dengan tingkat kecerdasan sederhana, ternyata gurita dan cumi-cumi telah dipastikan dapat melakukan pengaturan instruksi genetik mereka sendiri.

Tidak seperti hewan-hewan lain, sefalopoda (cephalopod) –keluarga besar hewan yang mencakup gurita, cumi-cumi, dan sotong–tidak sepenuhnya tunduk kepada perintah-perintah yang diberikan oleh DNA mereka sendiri.

Dikutip dari New Scientist pada Selasa (11/4/2017), hewan-hewan itu terkadang mengutak-atik kode genetik mereka sendiri ketika kode itu sedang dibawa oleh “pengirim pesan” pada tingkat molekuler.

Sebagai dampaknya, terjadilah keragaman protein yang dapat diproduksi oleh sel-sel yang kemudian mengarah kepada munculnya variasi-variasi menarik.

Cara itu kemungkinan menghasilkan jenis evolusi istimewa berdasarkan utak-atik DNA, bukannya mengandalkan mutasi DNA. Hal itu mungkin menjadi penyebab perilaku kompleks dan kecerdasan yang tinggi pada sefalopoda, demikian menurut beberapa peneliti.

RNA adalah kerabat dekat DNA. RNA biasanya digunakan untuk melakukan transfer perintah serupa perangkat lunak (software) dari gen menuju mesin pembuat protein dalam sel-sel.

Para peneliti mendapati bahwa lebih dari 60 persen perintah (transcript) RNA dalam cumi-cumi telah dikode ulang melalui proses edit. Sebagai perbandingan,
Jamaknya proses edit RNA seperti itu juga ditemukan pada 3 spesies sefalopoda “cerdas” lainnya, yaitu pada 2 spesies gurita dan 1 spesies sotong.

Joshua Rosenthal, pimpinan penulisan laporan dari Marine Biological Laboratory di Woods Hole, Amerika Serikat, bertanya secara retoris, “Kapan mereka menyalakan proses itu dan di bawah pengaruh lingkungan yang seperti apa?”

“Bisa saja karena sesuatu yang sesederhana perubahan suhu atau serumit suatu pengalaman ataupun pembentukan ingatan.”

Gurita dan sefalopoda lain memiliki sejumlah karakteristik yang menyebabkan para pakar memperbandingkan mereka dengan alien, termasuk kemampuan mengubah kamuflase secara instan, darah yang berwarna biru, dan kemampuan melihat cahaya yang terpolarisasi.

Baca juga ” Bandai Kembali Bangkitkan Tamagotchi “

Bandai Kembali Bangkitkan Tamagotchi

Bagi kamu yang besar di era 1990-an pasti tahu dengan Tamagotchi. Ya, Tamagotchi adalah mainan saku hewan virtual yang begitu hits pada saat itu.

Sayang, seiring teknologi berkembang mengikuti zaman, keberadaan Tamagotchi kian meredup dan tak lagi populer di kalangan generasi milenial.

Nah, kini Tamagotchi kembali dibangkitkan oleh raksasa mainan asal Jepang Bandai. Tamagotchi yang satu ini bukan Tamagotchi versi gim mobile, melainkan Tamagotchi versi fisik yang dirilis pada 1996. Alasan Bandai kembali merilis Tamagotchi karena untuk merayakan 20 tahun kelahirannya.

Seperti dilansir Ubergizmo, Rabu (12/4/2017), Tamagotchi versi 2017 ini hadir dengan desain fisik khas Tamagotchi jadul (jaman dulu). Layarnya pun berwarna monokrom. Setiap Tamagotchi menawarkan 6 jenis hewan digital yang bisa dipelihara pemain.

Sama halnya dengan cara bermain Tamagotchi jadul, pemain bisa memberinya makan, mengajaknya bermain, memandikan, menidurkan, dan masih banyak lagi. Pemain pun bisa melihat health meter untuk memastikan jika si hewan digital peliharaan dalam keadaan sehat.

Hanya saja, perbedaanya terletak pada ukuran yang lebih kecil ketimbang ukuran Tamagotchi jadul yang lebih besar. Mainan ini juga sudah dijual di Jepang dengan kisaran harga US$ 18 atau Rp 239 ribu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tamagotchi sebetulnya tetap hadir dalam bentuk gim mobile lewat smartphone. Bandai pun memboyong Tamagotchi ke Apple Watch. Sayang, pamornya tak begitu besar seperti saat pertama kali meluncur pada masa lalu.

PT Bestprofit Futures