PT Bestprofit Medan

Indonesia Perlu Teruskan Partisipasi Aktifnya di G-20

Best profit Futures7Best Profit Futures, Jakarta – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 merupakan ajang tahunan pertemuan para pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia, di mana Indonesia termasuk di dalam keanggotannya dan ikut berpartisipasi sejak 2008. Rencananya KTT G20 ini akan digelar di Brisbane Convention and Exhibition Centre, Queensland, Australia, pada 15-16 November 2014.

KTT G-20 pertama kali diadakan di Washington, Amerika Serikat (AS) dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar karena secara efektif menyampaikan masalah-masalah inti dan memperbaiki krisis keuangan global di 2008. Namun, saat ini menurut Mahendra Siregar, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Indonesia’s Designated Sherpa untuk G-20 Summits, yang tengah menjadi perhatian adalah fase pertumbuhan global pada dekade berikutnya, pasalnya Produk Domestik Bruto (PDB) peroutput masih berada angka sebelum terjadinya krisis di 2008. “Namun untuk jangka panjang G-20 Indonesia berharap bisa mencapai kekuatan, keberlangsungan dan keseimbangannya,” ujarnya dalam seminar bertema “Indonesia in the G-20 Era: What Has Been Achieved And the Agenda Forward”, di Jakarta, Kamis (6/11).

Seminar yang diprakarsai oleh Foreign Policy Community of Indonesia milik Dino Patti Djalal dan dimoderatori oleh Duta Besar Repulik Indonesia untuk Polandia Peter F Gontha ini mengungkapkan prioritas-prioritas yang dikedepankan pada G-20 di 2014 dibawah kepemimpinan Australia, dimana Mahendra menyampaikan harapannya bahwa negara-negara yang tergabung dalam G-20 bisa bertindak bersama-sama untuk meningkatkan pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

“Selain itu diharapkan juga pembangunan kekuatan ekonomi global yang lebih besar, disamping penguatan di lembaga-lembaga global,” katanya.

Mahendra pun mengungkapkan strategi dan cara untuk mencapai prioritas tersebut yakni melalui strategi pertumbuhan yang komprehensif termasuk meningkatkan kerjasama ekonomi makro, meningkatkan dan mendorong investasi, khususnya di sektor infrastruktur, mempromosikan kompetisi, meningkatkan perdagangan, menambah tenaga kerja kerja

“Melalui tujuan ambisius untuk meningkatkan PDB G-20 sebesar lebih dari 2 persen pada 2018 dimana angka itu akan menambahkan sebanyak US$ 2 triliun bagi perekonomian global dan menciptakan jutaan tenaga kerja serta melalu komitmen kuat pemimpin KTT G-20 di Brisbane,” ungkapnya.

Maka itu, prioritas-prioritas G-20 sangat relevan untuk Indonesia dan G20 butuh Indonesia, tambah Mahendra. “Indonesia perlu meneruskan partisipasi aktifnya di G20 bagi kepentingan nasionalnya sendiri serta negara-negara berkembang. Bahkan Indonesia bisa mengoptimalkan hubungannya dengan negara-negara besar di dunia. Legitimasi dan kredibilitas G20 bergantung pada kemampuannya sendiri untuk mengimplementasikan komitmen-komitmennya,” jelas dia.

Sumber : beritasatu.com