PT Bestprofit Medan

Ingat, Agar Gula Darah Terkontrol Tak Cukup Hanya Patuh Minum Obat

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Pengelolaan diabetes agar kadar gula darah pasien terkontrol tidak hanya berupa konsumsi obat. Sebab, ada komponen lain yang mesti dipenuhi dan harus terintegrasi.

“Pengelolaan diabetes tidak hanya dikasih obat saja, tapi ada pengaturan makan, rajin olahraga, dan yang sering terlupakan adalah proses edukasi dan monitoring. Padahal, 5 faktor ini faktor yang mesti terintegrasi,” kata Ketua Divisi Metabolik Endokrinologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Em Yunir SpPD-KEMD.

“Pasien kita kasih macam-macam obat tapi makannya ngaco, nggak tercapai gula darahnya yang terkontrol. Untuk itu pasien perlu diedukasi. Kemudian, dilakukan pemantauan gula darah untuk memonitor apa obat yang diberi sudah memadai apa belum,” tambah dr Yunir di sela-sela Workshop Sosialisasi Panduan PGDM untuk Mencapai Target Pengendaloan Diabetes di Indonesia di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2016).

Yang banyak terjadi saat ini, lanjut dr Yunir, pengelolaan diabetes hanya menekankan pada pemberian obat saja. Padahal, diperlukan edukasi bagi pasien agar ia tahu bagaimana pentingnya mengubah gaya hidup, apa olahraga yang dapat dilakukan, dan mengetahui apa obat yang dikonsumsi.

Dalam memberi edukasi bagi pasien, dr Yunir menekankan tenaga medis harus menciptakan suasana yang suportif. Misalnya, gula darah pasien terus tinggi, maka tidak bisa dokter langsung menyalahkan pasien. Sebab, menurut dr Yunir dalam pengelolaan penyakit kronis, dokter tidak bisa men-judge pasuen.

“Intinya jangan timbul kesan negatif. Menyalahkan pasien misalnya, itu bisa membuat pasien merasa nggak didukung dan disalahkan. Jadinya pasien takut dimaragi terus dia memutuskan bulan depan aja berobatnya,” kata dr Yunir.

Ia mencontohkan, jika di luar negeri diberdayakan pula edukator yang akan memberi edukasi pada pasien. Nantinya, hasil obesrvasi dan wawancara edukator dilaporkan ke dokter. Kemudian, dokter yang merawat si pasien akan membuat target.

“Nanti kita targetkan kadar gula darah rata-rata selama 2-3 bulana atau HbA1c nya kurang dari 7, terus gula darah puasanya 80-130 mg/dl, gula darah sewaktu di bawah 200 mg/dl dan gula darah sesudah makan di bawah 180 mg/dl,” kata dr Yunir. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com