PT Bestprofit Medan

Ini Senapan Serbu AR-15 yang Dipakai Omar Mateen dalam Penembakan di Orlando

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan 

– Florida, – Aksi penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat. Dengan senapan serbu AR-15, pelaku penembakan, Omar Mateen merenggut nyawa 50 orang dan menyebabkan 53 orang lainnya terluka di kelab malam khusus gay di Orlando, Florida.

Senjata semiotomatis tersebut telah digunakan dalam sejumlah penembakan brutal di AS beberapa tahun terakhir. Salah satunya, penembakan massal di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut pada Desember 2012. Saat itu, Adam Lanza menembak membabi-buta dengan senjata AR-15 hingga menewaskan 20 anak-anak dan enam orang dewasa.

Para keluarga korban Sandy Hook kemudian mengajukan gugatan hukum terhadap Remington, produsen AR-15. Mereka menyalahkan Remington karena telah memasarkan senjata tersebut untuk warga sipil.

“Lanza memilih AR-15 karena dia tahu berapa banyak tembakan yang bisa dilepaskannya,” cetus Nicole Hockley, pria yang kehilangan putranya, Dylan dalam penembakan di Sandy Hook.

“Ini instrumen perang yang dirancang untuk medan tempur yang dipasarkan dan dijual untuk publik,” cetus Mark Barden, ayah dari salah satu korban penembakan tersebut.

Seperti dilansir media-media AS, Senin (13/6/2016), senapan semiotomatis AR-15 bisa melepaskan banyak tembakan dengan cepat seperti senjata mesin di film-film, juga bisa diisi ulang dengan cepat.

Menurut Richard Frankel, mantan agen khusus FBI yang menangani kontraterorisme di New York, AS-15 menarik bagi para penembak massal karena tidak memerlukan banyak latihan untuk menggunakannya. Terlebih lagi, senjata tersebut mudah diperoleh.

“Itu sangat mudah digunakan. Mudah untuk mengisinya, mengarahkan dan menembak,” tutur Frankel seperti dilansir ABC News, Senin (13/6/2016).

Dikatakan Frankel, AR-15 bisa menembakkan 30 peluru dalam satu waktu. Menurutnya, seorang penembak bisa dengan mudah menembakkan 30 peluru dalam waktu kurang dari satu menit, dan kemudian dengan cepat mengisinya kembali untuk melepas tembakan berikutnya.

Aksi penembakan massal di San Bernardino pada Desember 2015 juga melibatkan AR-15. Saat itu, pasangan suami istri Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik menembak membabi-buta hingga menewaskan 14 orang dan melukai 21 orang lainnya.

Senapan serbu seperti AR-15 ini telah sejak lama menjadi bahan perdebatan sengit. Senjata tersebut pernah dilarang pada tahun 1994 hingga 2004 sesuai hukum federal. Namun ketika masa berlakunya larangan telah habis, senjata itu pun kembali menjadi pilihan populer di kalangan para pemilik senjata api. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : news.detik.com