PT Bestprofit Medan

Jakarta Termasuk Kota Paling “Gaptek” Sedunia

Best profit Futures6Best Profit Futures, Jakarta – Jakarta ternyata masih rendah tingkat kematangannya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bahkan masih kalah dibanding Manila, Filipina. Dari 40 kota di dunia yang disurvei, Jakarta berada di peringkat ke-34.

Demikian hasil riset Ericsson dalam program Networked Society City Index (NSCI) 2014 yang disampaikan Vice President Marketing Communication Ericsson Indonesia Hardyana Shintawaty di Jakarta, Rabu (3/12).

Hardyana Shintawaty yang akrab disapa Nana itu mengatakan, NSCI merupakan riset untuk mengukur kematangan TIK sebuah kota, termasuk dalam hal investasi TIK, baik di bidang ekonomi, sosial dan pengembangan lingkungan. Selain itu, riset itu juga mengukur keterjangkauan layanan TIK kota tersebut, kegunaan dan fungsi TIK untuk warga kota serta pemerintahan.

“Pada tahun sebelumnya, Jakarta berada di peringkat ke-21 dari 25 kota di dunia yang kami survei. Tahun ini, Jakarta berada di peringkat ke-34 dari 40 negara yang disurvei. Dengan adanya keinginan Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta) memanfaatkan TIK untuk memantau banjir dan lain-lain, kita harapkan peringkat Jakarta terus meningkat,” kata Nana.

Tingkat kematangan TIK Jakarta, menurut Nana, saat ini masih lebih baik dari Kairo, New Delhi, Laos, Karachi, dan Dhaka. Sedangkan lima kota dengan tingkat kematangan TIK tertinggi adalah Stockholm, London, Paris, Singapura, dan Kopenhagen.

Menurut Nana, hanya 40 kota yang dipilih dalam riset NSCI ini, karena disesuaikan dengan besaran atau ukuran kota, dan satu negara hanya melibatkan maksimum dua kota. Menurut dia, untuk urusan infrastruktur TIK, Jakarta memiliki nilai yang sangat buruk, hanya 13 dari total 100 poin. Sementara itu, dari sisi keterjangkauan TIK, nilainya masih cukup bagus, yakni mencapai 86.

“Rendahnya nilai infrastruktur TIK di Jakarta dikarenakan infrastruktur broadband masih terus dikembangkannya di kota ini,” ujar Nana.

Menurut dia, ini menyangkut akses dan kualitas. Selain itu, tidak banyak rumah di kota Jakarta yang memiliki akses internet.

“Meski begitu, variabel tarif di kota ini sangat baik dan terjangkau,” kata dia.

Monika Byléhn, Networked Society Evangelist dan penggerak dari City Life Ericsson, menjelaskan pentingnya TIK dalam pengembangan kota. “Hari ini, kita menyaksikan begitu banyak peluang baru yang diciptakan oleh TIK. Di mana kota-kota besar telah bergantung pada kemajuan TIK untuk menciptakan efisiensi dan inovasi sarana prasarana di semua wilayah, baik dari kesehatan ke transportasi hingga ke kebutuhan,’’ kata dia.

Sedangkan Patrik Regårdh, Head of Ericsson Networked Society Lab, menambahkan, perkotaan akan menjadi arena utama dimana TIK akan memberi solusi untuk pertumbuhan ekonomi, sosial, dan pertumbuhan tingkat lanjut. Sebagai pemimpin dalam pengembangan TIK, solusi dan implementasi, Ericsson memainkan peran utama dalam mewujudkan Networked Society yang lebih efektif dan efisien.

“Selain laporan seperti City Index, kami terlibat dalam kemitraan publik-swasta untuk mengendalikan kemajuan seperti New Cities Foundation, dan berkolaborasi dengan agen seperti UN-Habitat, agen yang berkerjasama dengan PBB untuk mempromosikan secara sosial dan lingkungan kota-kota yang berkelanjutan,” kata dia.

Sumber : beritasatu.com