PT Bestprofit Medan

Jangan Kurang Tidur Jika Tak Mau Fungsi Menilai dan Daya Paham Otak Menurun

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Kurang tidur dalam jangka pendek bisa memengaruhi otak. Salah satu bagian yang paling terpengaruh adalah fungsi menilai dan daya paham. Seperti apa?

dr Sigrid Veasey, profesor dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology, Parelman School of Medicine, University of Pennsylvania, mengatakan orang-orang yang kurang tidur sering merasa diri mereka baik-baik saja. Padahal hal itu sama sekali tidak benar dan merupakan efek samping berbahaya dari kurang tidur.

“Semakin Anda kurang tidur, semakin buruk akurasi fungsi menilai dan daya paham Anda. Akibatnya, Anda mungkin merasa baik-baik saja padahal tubuh sudah kelelahan dan mengirim sinyal stres,” tutur dr Veasey, dikutip dari NY Times.

dr Veasey menegaskan sudah banyak studi yang menunjukkan fungsi seseorang akan berkurang ketika tubuh kekurangan jam tidur. Pada otak, menurunnya akurasi fungsi menilai dan daya paham membuat Anda tak bisa menangkap sinyal stres yang dipancarkan tubuh karena kelelahan akibat kurang tidur.

Sebagai akibatnya, Anda mungkin merasa baik-baik saja. Namun bukti konkret bisa dilihat produktivitas yang menurun, konsentrasi yang lemah, meningkatnya rasa lapar dan emosi yang tidak stabil.

“Anda bisa bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah saya sulit menangkap informasi yang diterima, apakah saya terlalu mudah marah, apakah saya bisa memerhatikan sesuatu dengan baik dan efektif? Jika jawabannya adalah ya, maka Anda sebaiknya segera mencari kasur untuk tidur,” tambah dr Veasey lagi.

Setiap orang memang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. National Sleep Foundation Amerika Serikat menyebut rata-rata orang dewasa butuh tidur selama 7 hingga 9 jam per hari. Sementara itu, lansia di atas 65 tahun butuh tidur 7 hingga 8 jam dan anak-anak di bawah 12 tahun butuh tidur 9 hingga 11 jam, termasuk tidur siang.

Untuk menghitung kebutuhan tidur Anda, dr Veasey mengatakan libur panjang adalah waktu yang tepat. Setelah membalas tidur di hari-hari awal liburan, hitung saja berapa lama jam yang Anda butuhkan untuk tidur dan bangun dengan perasaan segar keesokan harinya.

“Jika Anda bangun dengan perasaan segar, mood yang baik tanpa rasa lelah dan malas, itu tandanya kebutuhan tidur Anda terpenuhi,” tandas dr Veasey. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com