PT Bestprofit Medan

JK: Kewarganegaraan Eks Menteri ESDM Arcandra Harus Diselesaikan

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap status kewarganegaraan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar dapat dipulihkan. JK meminta pihak terkait yakni Kementerian Hukum dan HAM mencari solusi atas persoalan kewarganegaraan Arcandra.

“Pertama kan harus diperjelas kewarganegaraannya, tentu nanti ada upaya untuk menyelesaikan,” ujar JK kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Mengenai wacana merevisi aturan soal kewarganegaraan, JK mengatakan pembahasannya dapat dilakukan antara pemerintah dan DPR. Yang pasti, dwi kewarganegaraan menurut JK diberlakukan sejumlah negara, namun tidak diterapkan di Indonesia.

“Pemerintah kan sudah, kita kan sudah ada perubahan, yang umur 18 tahun itu awalnya. Memang lagi dibicarakan soal dwi kewarganegaraan, itu memang trennya begitu di dunia ini,” sebutnya.

Saat ditanya ulang soal setuju tidaknya dilakukan revisi mengenai aturan kewarganegaraan, JK belum dapat memberi kepastian. ”
Itu nantilah biar dibicarakan,” katanya.

JK menambahkan, status dwi kewarganegaraan dianut banyak orang karena hal tertentu. Misalnya keinginan untuk berkembang di negara lain.

“Selalu orang dua hal, ada pergerakan orang talenta dari negara negara berkembang ke maju, kemudian untuk mendapatkan pengalaman. Kemudian ada sebagian kembali lagi ke negaranya, seperti Arcandra. Tentu seperti Arcandra itu sebenarnya karena ditugaskan proyek strategis di sana, maka lebih safe kalau dia jadi warga negara (AS),” imbuh JK.

Arcandra diberhentikan secara hormat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keputusan yang diambil Senin (15/8) dan berlaku pada Selasa (16/8) pagi.

Pihak Istana menyebut Presiden Jokowi mengambil keputusan memberhentikan Arcandra setelah menerima masukan dan data-data terkait status kewarganegaraan Arcandra.

Dia kehilangan status WNI secara otomatis karena pernah mengucap janji setiap kepada AS. Karena itu Arcandra tidak memenuhi syarat seorang menteri yang diatur UU Kementerian Negara yang mengharuskan status WNI.

Sementara dalam aturan di Amerika Serikat yang dikutip dari www.newcitizen.us, seorang warga negara AS kehilangan kewarganegaraannya salah satunya karena holding a policy level position in a foreign country, atau menjadi pejabat di negara lain.

Pada 17 Agustus, Arcandra diketahui menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Arcandra mengaku hanya bersilaturahmi dengan Presiden.

Pertemuan antara Arcandra dan Presiden Jokowi berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Pertemuan dilakukan menjelang upacara penurunan bendera. Read more PT Bestprofit Futures Medan