PT Bestprofit Medan

Kasus Rekening PNS Rp 1,3 T, Bareskrim Bidik Pejabat Pertamina

Best Profit Futures 7Best Profit Futures – Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Suhardi Alius memastikan jika penyidiknya masih bekerja untuk menelisik kasus kejahatan pencurian minyak yang melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) Kota Batam, dua Pegawai Harian Lepas (PHL) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), pegawai Pertamina, dan seorang pemilik kapal yang disewa Pertamina.

“Kita masih akan kembangkan, khususnya ke pihak Pertamina. Apakah kasus ini sepengetahuan dari atasan (Yusri) apakah dia main sendiri? Kita akan periksa ke atas,” kata Suhardi di Gedung Ombudsman Selasa (9/9).

Yusri adalah salah seorang tersangka yang telah ditahan. Dia adalah seniorĀ supervisorPertamina yang mengawasi BBM Pertamina dari Dumai, Siak, Batam, Riau, dan Pekanbaru.

“Kita akan cari tahu ke mana saja juga uang yang ada di dalam rekening itu mengalir. Saya belum akan bicara kalau tidak ada faktanya,” jawab Suhardi saat ditanya apakah ada kemungkinan keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini.

Seperti diberitakan, selain Yusri, dalam kasus ini penyidik telah menahan Du Nun dan Aripin Ahmad, keduanya PHL TNI AL. Lalu Ahmad Mahbub alias Abob pemilik kapal, dan adik Abob bernama Niwen Khairiah binti Imam Muhtadin yang merupakan PNS Pemkot Batam.

Modus kasus ini adalah kapal KM Lautan I yang disewa Pertamina dari perusahaan kapal milik Abop berhenti di tengah laut untuk “kencing” BBM yang diangkutnya.

Aksi “kencing” ini berjalan lancar karena oleh Pertamina jumlah BBM yang diangkut diberikan kelonggaran di perjalanan saat menuangkan BBM dari kilang ke kapal dan dari kapal ke tempat tujuan sebanyak 0,30 persen. Jumlah itu dianggap kerugian hilang yang bisa dimaklumi.

Bahkan kadang kelonggaran itu ditambah hingga bila terjadi kehilangan sampai 0,5 persen dari muatan tetap dianggap lumrah. Minyak inilah yang “dikencingkan” selama 2008-2013.

Usai melakukan aksi liciknya ini, minyak curian itu dikirim ke pasar gelap di laut bebas. Di sana banyak orang yang akan membeli mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, atau negara lain.

Setelah dijual, transaksi masuk ke Singapura dan dari negeri Singa itu uang tunai dibawa secara manual oleh Abob dalam bentuk pecahan 1.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 94 juta dan diserahkan kepada Niwen di Batam.

Niwen lantas menampung hasil penjualan yang diduga ilegal itu dan meneruskan dana haram itu ke Aripin melalui rekening di Bank Mandiri. Aripin lantas mendistribusikannya kepada komplotan mereka yaitu Du Nun, Yusri, pihak kapal atau ABK.

Polisi telah melacak aset komplotan pencoleng ini. Yang sudah disita sementara ini adalah enam unit kendaraan, alat berat, kapal tanker seberat 200 ton, bangunan tanah, dan uang tunai.

BBM curian itu laris manis karena dijual dengan harga diskon yaitu premium Rp 3.500 dan solar Rp 4.500.

Ada 100 lebih rekening yang telah diblokir dari lima tersangka dan pihak lain yang terus dikembangkan.

Menurut PPATK, PNS tersebut memiliki rekening mencurigakan yang bertransaksi hingga Rp 1,3 triliun.

Sumber : beritasatu.com