PT Bestprofit Medan

Kehabisan Obat, Pasien HIV di Venezuela Manfaatkan Daun Jati Belanda

Seorang pasien HIV tengah menyiapkan ramuan daun jati belanda. (Foto: Reuters/Marco Bello)

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT – Kondisi hiperinflasi membuat stok obat di Venezuela menipis. Pasien human immunodeficiency virus (HIV) yang membutuhkan konsumsi obat rutin untuk menekan penyakitnya terpaksa berimprovisasi.

Dilaporkan oleh Reuters bahwa pasien HIV di Venezuela mulai kembali mengandalkan ramuan dari daun pohon jati belanda (Guazuma ulmifolia). Sebelum ada obat antiretroviral (ARV), ramuan daun jati belanda ini sudah bertahun-tahun dipakai karena dipercaya dapat melawan penyakit. BEST PROFIT

Satu dosis ramuan dibuat dengan menggunakan sekitar 50 daun dicampur dengan air lalu diblender. Jus kemudian disaring dari ampas lalu airnya diminum. Para dokter dan bahkan pasien sendiri sebetulnya meragukan keampuhan ramuan. Namun menurut salah satu pasien hal ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. PT BESTPROFIT

“Saya tidak rugi apa-apa… Saya terus berpikir kalau saya akan mati karena situasi ini. Karena pemerintah tidak bisa menyediakan obat,” ujar seorang pasien HIV yang merahasiakan identitasnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/12/2018). Sebelumnya pemerintah Venezuela memang menyediakan obat ARV gratis untuk pasien HIV. Untuk sebulan pengobatan ARV seorang pasien bisa membutuhkan biaya sampai sekitar Rp 1,2 juta. PT BEST PROFIT