PT Bestprofit Medan

Kendalikan Diri, Jangan Sampai Anda Ucapkan Kalimat Seperti Ini pada Anak

PT Bestprofit Futures Medan

PT. Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Suatu kali Anda pernah menasihati si kecil agar tidak mencorat-coret tembok dengan krayonnya. Anda pun sudah memfasilitasinya dengan buku gambar ukuran besar. Namun suatu kali Anda menemukan tembok rumah sudah penuh dengan coretan warna-warni. Hmm, mungkin bikin kesal. Tapi kendalikanlah diri Anda.

Psikolog dan Manager Klinis di Strategic Psychology, di Gregg Chapman, seperti dikutip dari news.com.au pada Senin (16/12/2015) mengatakan sering kali orang tua mudah mengatakan ‘dasar kamu anak nakal’. Kalimat itu begitu ringan diucapkan tapi dampaknya begitu besar pada anak.

Menurut Chapman, pelabelan dengan hal negatif semacam itu akan berpengaruh buruk pada rasa percaya diri anak. Sebab hal itu mengajari anak untuk membentuk dirinya seperti label yang diberikan, alhasil bisa menyebabkan anak mengembangkan konsep diri yang buruk.

Saat sedang kesal-kesalnya, tak jarang orang tua berucap pada anaknya, “Tega banget kamu lakukan itu, setelah semua pengorbanan mama buat kamu”. Mungkin orang tua ingin mengetuk pintu hati anak dengan kalimat itu, tapi menurut Chapman respons seperti itu justru tidak menyelesaikan masalah. Ketimbang mengucapkan kalimat seperti itu, lebih baik orang tua membantu anak untuk memahami efek dari tindakan yang mereka lakukan.

Ketika anak diajak bepergian, misalnya belanja ke supermarket, bisa jadi dia tantrum ketika keinginannya tidak dipenuhi. Saat dia menangis¬† dan berteriak kencang, orang tua bisa jadi merasa malu berat karena menjadi pusat perhatian. Sambil menahan emosi, orang tua sering berkata dengan pandangan dan tatapan mengancam: “Tunggu sampai kita sampai rumah”.

Dijelaskan Chapman, pernyataan seperti itu akan membuat anak merasa ketakutan dan tidak nyaman terkait hubungannya dengan orang tua. Apalagi jika kalimat semacam itu sering didengar. Bahkan mungkin Anak akan belajar untuk melakukan hal yang sama kepada temannya atau kepada orang tuanya di masa mendatang.

Bisa jadi, anak Anda lemah di beberapa mata pelajaran. Tapi itu bukan berarti dia bodoh. Kata-kata sebutan bodoh yang anak terima akhirnya akan terekam dalam ingatannya dan dia akan selalu merasa dirinya memang bodoh.

Kennedy menyarankan orang tua hanya perlu mengucapkan ‘terimakasih’ jika anak melakukan sesuatu untuknya sehingga tidak perlu memujinya berlebihan. Lebih memungkinkan jika Anda mendorong anak untuk memberikan pujian internal sekaligus menanamkan rasa syukur, seperti misalnya: ‘kamu perlu bangga dan bersyukur akan makan malam yang kamu makan.'(vit/vit) PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com