PT Bestprofit Medan

Ketua MPR Nilai Momen Kenaikan Harga BBM Tak Tepat

downloadBest Profit Futures, Jakarta – Momentum kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi dinilai tidak tepat, sebab harga minyak dunia kini senilai Rp73 per barel.

“Apakah memang saat ini (penaikan harga BBM) tepat atau tidak? Kan, harga lagi turun,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkiflli Hasan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/11).

Meski begitu menurutnya, kebijakan menaikkan harga BBM merupakan kewenangan pemerintah. “Menaikkan harga BBM itu kandomain-nya pemerintah. Saya dengar Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) minta subsidi tepat sasaran,” ujarnya.

Secara khusus dia mendukung bila kenaikan harga BBM memang bertujuan untuk mengalihkan subsidi. “Alasannya (pengalihan subsidi) saya sependapat. Postur anggaran, kan harus dibahas dengan DPR. Bantalan sosial harus disiapkan. Ada uang lebih,” imbuh politikus Partai Amanat Nasional ini.

Presiden Jokowi memutuskan untuk menaikkan harga BBM, Selasa (18/11). “Harga premium ditetapkan dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Harga solar ditetapkan dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500,” kata Jokowi.

“Kebijakan ini sebagai jalan keluar untuk pembangunan yang lebih baik, karena fokus pemberian subsidi bukan di sektor konsumsi,” ujar Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menggenjot pengalihan subsidi kepada masyarakat miskin. Pengalihan itu dilakukan melalui program seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sumber : beritasatu.com