PT Bestprofit Medan

Lolos Eksekusi Mati, Mary Jane Dikirim Kembali ke Yogya

PT. Best Profit Futures Medan – Cilacap, CNN Indonesia — Pelaksanaan eksekusi terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso ditunda di menit-menit terakhir, Selasa malam (28/4). Berdasarkan sumber CNN Indonesia, Mary kini dikirimkan kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta. Ia sudah meninggalkan Nusakambangan dini hari tadi, Rabu (29/4).

Di LP Wirogunan, Mary menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan terpidana lainnya sebelum diisolasi di LP Besi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di Wirogunan, Mary yang sebelumnya tak bisa berbahasa Indonesia kini menjadi fasih bercakap dalam bahasa Indonesia.

Dihubungi secara terpisah, Kepala LP Wirogunan Zaenal Arifin membenarkan hal tersebut. “Ada banyak polisi di depan kantor saya. Waktu saya tanya kenapa, ternyata (Mary Jane) sudah di Kebumen,” kata Zaenal kepada CNN Indonesia.

Mary Jane berada di Kebumen sekitar pukul 06.30 WIB. Dia bakal menempuh waktu sekitar dua jam lagi untuk mencapai Yogyakarta.

Kendati demikian, Zaenal belum menerima informasi resmi dari pihak Kejaksaan soal kembalinya Mary Jane. Ia pun tak tahu-menahu soal penundaan eksekusi Mary hingga pukul 03.00 WIB tadi. Zaenal mengaku dihubungi oleh seseorang melalui telepon sebelum akhirnya menyalakan televisi untuk memcari tahu kebenarannya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Prasetyo melalui pesan singkat kepada CNN Indonesia memastikan penundaan hukuman mati kepada Mary Jane. Penundaan diputuskan di saat-saat terakhir setelah wanita yang diduga memperalat Mary Jane untuk membawa heroin telah menyerahkan diri ke Kepolisian Filipina. Perempuan tersebut yakni Maria Kristina.

Maria Kristina merupakan teman mantan suami Mary Jane yang meminta Mary bekerja ke Malaysia sebagai pekerja rumah tangga. Menurut keterangan Komnas Perempuan, Mary Jane menyerahkan motor dan telepon genggam kepada Kristina sebagai biaya keberangkatan ke Malaysia.

Namun biaya tersebut belum cukup untuk membeli tiket pesawat. Kristina dan Mary lantas membuat kesepakatan bahwa kekurangan biaya keberangkatan akan dibayar dengan memotong tiga bulan gaji Mary.

Namun setibanya di Kuala Lumpur, pekerjaan yang dijanjikan ternyata sudah tak lagi tersedia. Mary lalu diminta Kristina untuk ke Indonesia. Ia dijanjikan bakal segera dipekerjakan sekembalinya dari Indonesia

Mary Jane tertangkap di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta pada 25 April 2010 akibat kedapatan membawa heroin 2,6 kilogram di dalam tasnya tanpa sepengetahuan dirinya. Otak penyelundupan tersebut diduga Maria Kristina.

Sumber Oleh : CNN Indonesia