PT Bestprofit Medan

Luhut desak PLN bangun pembangkit listrik EBT 5.000 MW

PT BESTPROFIT FUTURES Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mendesak PT PLN (persero) untuk segera membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 5.000 megawatt (MW).

Sebab, pembangkit listrik EBT di Tanah Air sangat minim. Padahal, pembangkit listrik EBT di negara lain berkapasitas 150-30.000 MW.

“Saya mau supaya penggunaan EBT itu segera dieksekusi. Ada 5.000 MW yang harus kita kerjakan, jadi ada tenaga matahari, angin, air supaya dikerjakan. Karena kita baru 10 MW EBT yang memakai angin dan tenaga matahari. Padahal orang lain sudah 150 MW, 1.000 MW, bahkan 30.000 MW. Dan saya rasa kita bisa,” ujarnya saat ditemu di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Rabu (12/10) malam.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemangkasan perizinan untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sehingga, diharapkan pembangkit listrik ini bisa selesai pada tahun 2019 mendatang.

“Jadi dengan memotong lagi peraturan misalnya geothermal, itu satu meja bisa sampai 75 hari. Saya mau potong bikin sekian hari. Jadi bikinnya itu jangan sequencial tapi bikin paralel seperti Masela. Masela bisa percepat empat tahun kenapa ini enggak bisa,” pungkasnya.

PT BESTPROFIT FUTURES

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mendesak PT PLN (persero) untuk segera membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 5.000 megawatt (MW).

Sebab, pembangkit listrik EBT di Tanah Air sangat minim. Padahal, pembangkit listrik EBT di negara lain berkapasitas 150-30.000 MW.

“Saya mau supaya penggunaan EBT itu segera dieksekusi. Ada 5.000 MW yang harus kita kerjakan, jadi ada tenaga matahari, angin, air supaya dikerjakan. Karena kita baru 10 MW EBT yang memakai angin dan tenaga matahari. Padahal orang lain sudah 150 MW, 1.000 MW, bahkan 30.000 MW. Dan saya rasa kita bisa,” ujarnya saat ditemu di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Rabu (12/10) malam.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemangkasan perizinan untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sehingga, diharapkan pembangkit listrik ini bisa selesai pada tahun 2019 mendatang.

“Jadi dengan memotong lagi peraturan misalnya geothermal, itu satu meja bisa sampai 75 hari. Saya mau potong bikin sekian hari. Jadi bikinnya itu jangan sequencial tapi bikin paralel seperti Masela. Masela bisa percepat empat tahun kenapa ini enggak bisa,” pungkasnya.