PT Bestprofit Medan

Mahasiswa PhD Indonesia di Melbourne Kembangkan Alat Diagnostik Parasit Malaria

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Melbourne –¬†Mahasiswa PhD pada Fakultas Kedokteran Melbourne University asal Indonesia, Gita Vita Soraya, bersama timnya terpilih sebagai penerima bantuan penelitian dari Bill & Melinda Gates Foundation. Mereka meneliti pengembangan alat diagnostik parasit malaria yang banyak ditemukan di kawasan Asia Pasifik.Bagaimana seluk-beluk kehidupan Gita sebagai peneliti di Australia? Berikut perbincangannya dengan Farid M. Ibrahim dari ABC Australia Plus.

Riset PhD Anda bertujuan mengembangkan alat diagnosa parasit malaria. Bisa diterangkan lebih terinci?

Sebagai mahasiswa PhD Melbourne University, saya sedang meneliti pada Kwan Lab di Department of Medicine-Royal Melbourne Hospital (RMH) dan di the Centre for Neural Engineering (CfNE). Penelitian saya terkait dengan pengembangan peralatan diagnostik yang nantinya diterapkan dalam pengobatan.

Bersama tim pada RMH dan CfNE, kami ingin mengembangkan alat diagnostik yang bisa dipergunakan tanpa perlu menggunakan laboratorium (yang selama ini merupakan syarat utama). Selain itu, alat ini nantinya juga bisa dipergunakan dengan biaya murah untuk melakukan tes genetik atas reaksi berbahaya dari penggunaan obat.

Melbourne –¬†Mahasiswa PhD pada Fakultas Kedokteran Melbourne University asal Indonesia, Gita Vita Soraya, bersama timnya terpilih sebagai penerima bantuan penelitian dari Bill & Melinda Gates Foundation. Mereka meneliti pengembangan alat diagnostik parasit malaria yang banyak ditemukan di kawasan Asia Pasifik.Bagaimana seluk-beluk kehidupan Gita sebagai peneliti di Australia? Berikut perbincangannya dengan Farid M. Ibrahim dari ABC Australia Plus.

Riset PhD Anda bertujuan mengembangkan alat diagnosa parasit malaria. Bisa diterangkan lebih terinci?

Sebagai mahasiswa PhD Melbourne University, saya sedang meneliti pada Kwan Lab di Department of Medicine-Royal Melbourne Hospital (RMH) dan di the Centre for Neural Engineering (CfNE). Penelitian saya terkait dengan pengembangan peralatan diagnostik yang nantinya diterapkan dalam pengobatan.

Bersama tim pada RMH dan CfNE, kami ingin mengembangkan alat diagnostik yang bisa dipergunakan tanpa perlu menggunakan laboratorium (yang selama ini merupakan syarat utama). Selain itu, alat ini nantinya juga bisa dipergunakan dengan biaya murah untuk melakukan tes genetik atas reaksi berbahaya dari penggunaan obat.

Namun saat saya melakukan studi PhD, kami juga menerapkan teknologi ini untuk berbagai tujuan diagnosa yang lain dan memperluas cakupan aplikasinya. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : news.detik.com