PT Bestprofit Medan

Mari Tengok Pesona Lembah Yarra

PT. Bestprofit Futures Medan – BERLIBUR di kota besar di luar negeri tidak harus hanya berkutat mengagumi kemegahan dan kecanggihan tata kota yang dikunjungi. Cobalah sejenak menengok ke daerah pedesaan di tepi kota untuk menemukan hal-hal menarik yang terkadang justru lebih mengesankan. Jika anda sedang berlibur ke kota Melbourne, Victoria, misalnya, sempatkanlah untuk menikmati keindahan bentang alam di Lembah Yarra yang berjarak sekitar 143 kilometer dari pusat kota tersebut.


Pada kawasan yang berada di ketinggian itu anda dapat menemukan berbagai pengalaman merasakan dinginnya suasana pedesaan di sisi selatan benua Australia sekaligus mencicipi berbagai komoditas yang mereka kembangkan. Awal Mei 2015 lalu kami berkesempatan mengunjungi lembah tersebut atas undangan dari Dinas Pariwisata Victoria dan Indonesia AirAsia X.

Perjalanan dari Melbourne ke Lembah Yarra dengan menggunakan kendaraan bus atau mobil hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Setelah melewati jalan bebas hambatan, kendaraan yang kami tumpangi mulai memasuki jalan menanjak dengan jumlah lajur bervariasi antara dua dan tiga lajur. Jalan menanjak tersebut dapat diandaikan seperti jalan menuju kawasan Puncak di Bogor Jawa Barat. Bedanya, perjalanan menuju Lembah Yarra sangat lancar tanpa adanya kemacetan lalu lintas sedikit pun karena jalanan menuju tempat itu memang relatif sepi.

Pemandangan padang rumput yang luas dengan sejumlah sapi yang merumput menghiasi sepanjang perjalanan. Persinggahan pertama rombongan kecil kami yang terdiri dari empat jurnalis asal Indonesia dan perwakilan dari Indonesia AirAsia X serta Dinas Pariwisata Victoria adalah di kebun buah Rayner. Ketika kami turun dari bus, hawa dingin bersuhu sekitar 10 derajat celcius langsung menyergap dan membuat jari jemari terasa hampir mati rasa serta kaku.

Kesunyian kebun tersebut segera lenyap ketika Andi, anak pemilik kebun buah Rayner, muncul dengan menaiki traktor berwarna biru yang menarik semacam kereta dengan 6 baris kursi penumpang. Kereta bertenaga traktor tersebut merupakan bagian dari paket wisata yang ditawarkan kebun buah tersebut. “Mirip semacam odong-odong ya,” kata Danang, perwakilan dari Indonesia AirAsia X, saat mulai menaiki kereta tersebut.

Selama tur keliling kebun, pengunjung dikenalkan dan dipersilakan mencicipi bermacam buah yang dibudidayakan di tempat itu. Selama di Lembah Yarra, pengunjung juga dapat menyaksikan keragaman fauna khas Australia di kebun binatang Healesville Sanctuary. Binatang yang menjadi bintang di kebun binatang ini antara lain koala, kanguru, platypus, dan Tasmanian Devil.

Menurut Carla Sheridan yang memandu kami, saat ini kebun binatang itu merawat sedikitnya 200 spesies hewan. “Sebagian besar pemasukan kebun binatang ini digunakan untuk melestarikan berbagai spesies khas Australia yang terancam punah,” ujar Carla.

Selain menikmati keindahan alam dan fauna, pengunjung Lembah Yarra juga bisa memanjakan indera pengecap mereka. Sejumlah hal yang menarik untuk dicicipi selama di Lembah Yarra antara lain minuman anggur, teh, serta makanan coklat yang dikembangkan pengusaha setempat. Kami mengunjungi pabrik anggur Chandon yang menjadi pionir berkembangnya kawasan wisata Lembah Yarra. Pengunjung bisa mengikuti tur di dalam pabrik tersebut untuk mengetahui satu per satu proses pembuatan anggur hingga ke dalam gudang penyimpanannya.

Pada pengujung tur, pengunjung bisa mencicipi berbagai jenis anggur yang dibuat di tempat itu. Menjelang sore, setelah mengunjungi tempat pembuatan teh Yarra Valley Tea Co kami pun tiba di tempat pembuatan coklat Yarra Valley Chocolaterie & Ice Creamery. Kami mendapat penjelasan tentang bahan-bahan untuk membuat coklat sekaligus berkesempatan mencicipi sejumlah makanan coklat yang menjadi andalan perusahaan tersebut.

Terbenamnya matahari sekaligus menutup perjalanan kami dalam menikmati berbagai keindahan dan potensi ekonomi yang dikembangkan masyarakat di Lembah Yarra tersebut.

Sumber Oleh : travel.kompas.com