PT Bestprofit Medan

Market Outlook 5-9 Mei 2014

best4Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia tergerus di tengah kurangnya arah pasar sementara terdapat nuansa libur hari buruh internasional, sehingga bursa ditutup melemah 1,2% ke level 4.840,15.
Untuk minggu berikutnya ini (5-9 Mei 2014) bursa nampaknya masih akan berkisar pada fase konsolidasinya sambil mengintip ke arah level 5000. Secara mingguan, IHSG berada dengan resistance level di posisi 4935 dan 5055, sedangkan support di level 4650 dan kemudian 4520.


Mata uang rupiah seminggu lalu menguat tertolong oleh pelemahan dollar karena ketegangan kawasan Ukraina, di mana secara mingguan rupiah menguat 0,5% ke level 11.537. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 11.670 dan 11.800, sementara support di level 11.420 dan 11.350.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman suku bunga di Australia, Eropa dan Indonesia.

Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
�Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Non-Manufacturing PMI pada Senin malam; dilanjutkan dengan rilis Trade Balance pada Selasa malam; kemudian data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam.
�Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis data Services PMI Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis Official Bank Rate Bank of England pada Kamis sore yang diperkirakan masih bertahan di level 0.50%; berlanjut dengan data Manufacturing PMI Inggris pada Kamis sore.
�Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Cash Rate bank sentral Australia (RBA) pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 2.50%; sementara itu akan dirilis pengumuman RDG Bank Indonesia mengenai BI Rate pada Kamis siang yang diperkirakan akan bertahan di level terakhir 7.5%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terpantau berlanjut terkoreksi sehubungan masih dengan situasi memanas di sekitar Ukraina, di mana secara mingguan index dollar AS turun tipis ke level 79.550. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau tenang dan naik sedikit ke posisi level 1.3870. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.3965 dan kemudian 1.4250, sementara support pada 1.3640 dan 1.3480.

Poundsterling minggu lalu terlihat meneruskan penguatan ke level 1.6874 terhadap dollar, posisi empat tahun tertingginya karena data ekonomi yang mendukung. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.6840 dan kemudian 1.6925, sedangkan support pada 1.6654 dan 1.6466. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sedikit naik ke level 102.20. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.80 dan 105.45, serta support pada 101.17 serta level 98.90. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.9277. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.8996 dan 0.8660, sementara resistance level di 0.9455 dan 0.9544.

Indeks Bursa Global
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed sementara data laporan keuangan para emiten blue chips cukup beragam hasilnya. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir menguat ke level 14485. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 15165 dan 16320, sementara support pada level 13875 dan lalu 13180. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 22185. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23200 dan 24120, sementara support di 21170 dan 20240.

Bursa saham Wall Street minggu lalu mengalami gain dan Dow memecahkan rekor tertingginya diwarnai oleh earning reports yang memuaskan dari para emiten sementara the Fed memastikan akan terus memangkas pembelian obligasinya karena momentum ekonomi yang mendukung. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 0.9% ke level 16,574.09, di level tertinggi yang baru, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 16630 dan 16700, sementara support di level 16030 dan 16005. Index S&P 500 minggu lalu menguat 1.0% ke level 1,880.68, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 1900 dan 1930, sementara support pada level 1807 dan 1735.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu agak terkoreksi setelah rally pendek sebelumnya, di mana harga emas dunia melemah terbatas ke level $1298.15 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1330 dan berikut $1390, serta support pada $1275 dan $1235. Di Indonesia, harga emas terpantau naik sedikit ke level Rp485,400.

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Gejolak ekonomi di kawasan Eropa yang belum kunjung selesai dan sudah ditambah krisis geoplitiknya di Eropa Timur, ekonomi Amerika yang secara perlahan bangkit, China yang melambat pertumbuhan industrinya, dan seterusnya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global.

Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengertikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda.

PT.BESTPROFIT FUTURES MEDAN

Sumber : Vibiznews.com