PT Bestprofit Medan

Mengenal Indeks 100 dalam Investasi Bisnis

indeks bisnis

BEST PROFIT FUTURES – Dalam dunia investasi dan bisnis, terutama investasi terkait saham, penting bagi masyarakat untuk mengetahui tempat yang tepat untuk menginvestasikan dananya. Hal ini bisa membantu masyarakat untuk memaksimalkan dana investasi milik mereka demi mendapatkan penghasilan tambahan, investasi masa depan, tabungan, hingga modal usaha, yang akhirnya berdampak pada kenaikan indeks bisnis. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk bisa mendapat tempat yang tepat untuk menginvestasikan dananya.

Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah justru banyak anggota masyarakat yang terjebak melakukan investasi pada lembaga yang hanya mau cari untung belaka, sehingga entah menipu atau tidak mampu mengelola dana dari nasabah dengan baik sehingga dana investasi nasabah mereka hilang. Rakyat yang tadinya berinvestasi dengan berbagai harapan pun akhirnya merugi. Padahal, bisa jadi investasi mereka lakukan agar bisa mendapat dana untuk memulai usaha baru atau wiraswasta, yang bisa berdampak pada indeks bisnis.

Agar tidak terjebak pada jenis investasi yang tak jelas, Bursa Efek Indonesia pun menerbitkan beberapa jenis indeks saham untuk diperdagangkan ke investor demi mengurangi kerugian akibat salah memilih pos investasi. Salah satu indeks saham yang sudah lebih dulu dikenal luas dan memiliki reputasi baik adalah Indeks Kompas 100.

 

Mengenal Indeks Kompas 100

Indeks Kompas 100 sudah diterbitkan oleh BEI sejak tahun 2001, dan menjadi salah satu acuan masyarakat dalam berinvestasi di indeks saham. Investasi pada indeks Kompas 100 berarti menanamkan dana pada saham 100 perusahaan yang diseleksi oleh BEI dan harian Kompas. Karena merupakan hasil kerjasama dengan penerbit terkemuka, maka 100 perusahaan yang masuk ke dalam indeks bisnis ini sudah terseleksi dengan baik dan pastinya telah memeroleh status baik sebagai tempat untuk menginvestasikan dana.

Perusahaan yang masuk ke dalam daftar Indeks Komps 100 antara lain adalah Aneka Tambang, Astra Agro Lestari, Alam Sutera (real estate), BRI, BNI, BTN, Danamon, Bank Mandiri, Berau Coal, PT Elnusa, Gudang Garam, Garuda Indonesia, Indofood, Indosat, Lippo Karawaci, Sampoerna, Holcim, Unilever dan sebagainya. Jenis-jenis perusahaan yang dipilih meliputi berbagai bidang seperti transportasi, kontraktor, pengembang, manufaktur, layanan keuangan, telekomunikasi dan sebagainya.

Tujuan pemilihan nama-nama dan jenis perusahaan yang berbeda ini adalah demi membantu investor yang menanamkan modal di Indeks 100 untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kondisi pasar Indonesia. Karena jenis perusahaan yang masuk Indeks 100 berbeda, maka investor jadi bisa mendapat gambaran kondisi pasar dengan baik walaupun faktor-faktor lain tetap bisa memengaruhi. Akan tetapi, ini jelas pilihan yang lebih baik dalam hal pos investasi.

 

Manfaat Penggunaan Indeks 100 dalam Investasi

Manfaat Indeks 100 Kompas adalah memberikan hasil investasi yang baik bagi investornya, maupun meningkatkan indeks bisnis secara tidak langsung. Masyarakat mendapatkan tempat yang terpercaya untuk menginvestasikan dananya, perusahaan mendapatkan suntikan pembiayaan untuk mengembangkan usahanya, dan secara keseluruhan kedua pihak mendapatkan keuntungan bersama. Hal ini jauh lebih positif daripada berinvestasi pada perusahaan yang hanya menawarkan keuntungan cepat dan harga saham murah.

Masyarakat pun bisa mengurangi resiko investasi, misalnya reksadana dan saham, dengan menginvestasikan dananya pada perusahaan yang termasuk dalam Indeks 100 Kompas ketimbang perusahaan tidak jelas yang tidak memiliki rekam jejak kredit bagus atau semacamnya. Dengan memilih perusahaan bereputasi baik dan likuid, masyarakat bisa memastikan dana investasi mereka aman, sehingga kelak mereka memiliki dana untuk berbagai keperluan termasuk berwirausaha, yang tentu saja akan berdampak baik pada indeks bisnis.