PT Bestprofit Medan

Menyikapi Anak yang Gemar Bertanya Sampai Bikin ‘Capek’ Ayah dan Ibu

Bestprofit Futures Medan

Bestprofit Futures Medan

Jakarta, Setiap melihat sesuatu, anak bertanya itu apa? Sudah dijawab, pertanyaannya masih ada saja? Hmm, situasi tersebut terkadang bisa bikin Ayah dan Ibu ‘capek’ karena merasa anak jadi lebih cerewet.

Nah, terkait hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi – Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, mengatakan ketika anak sedang banyak bertanya, hal itu normal-normal saja.

Bahkan, ketika orang tua bertanya balik pada anak untuk memancing anak berpikir, menurut Ratih hal itu amat baik. Hanya saja, Ratih mengingatkan untuk beberapa anak yang kemampuan bicaranya belum baik, ditanya balik terkadang membuat anak justru tidak bisa memberi penjelasan.

“Lebih baik awalnya kita ajarin anak dulu bagaimana menjelaskan sesuatu atau mendeskripsikan. Caranya, anak rajin-rajin lihat buku bergambar, lalu buat cerita yang nggak perlu selalu ada tulisannya,” kata Ratih saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Misalnya ketika ada boneka singa, Ayah dan Ibu bisa mengenalkan pada anak bahwa boneka itu berbentuk hewan singa, dengan warna cokelat dan orange, kemudian rambutnya lebat.

“Jadi latih anak menceritakan apa yang dia lihat, kan itu membiasakan juga ya. Sehingga, saat nanti anak memasuki fase sudah bisa ditanya ‘Menurut kamu gimana’, anak sudah tahu caranya menceritakan kembali gimana,” tutur pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog dari Leader Lab menuturkan di usia 1-3 tahun, biasanya anak-anak sedang semangat-semangatnya melakukan eksplorasi. Dalam mengeksplorasi lingkungannya itu, wajar jika mereka banyak bertanya.

“Bertanya itu karena mereka memang ingin mencari tahu, ingin mendapatkan jawaban, tapi juga bisa jadi itu karena mereka ingin tahu bagaimana respons kita,” tutur Wikan.

Meskipun anak kerap menanyakan hal yang sama, jangan sampai orang tua lelah dan bosan dalam merespons pertanyaan mereka. Menurut Wikan, jika orang tua merespons dengan tidak baik, anak bisa kapok bertanya dan nantinya, rasa ingin tahu anak akan ‘mati’.

Wikan menyarankan ketika anak bertanya terus jangan lantas bilang ‘ih kamu tadi kan sudah tanya, jangan tanya terus’. Saat orang tua merasa si anak sudah tahu jawabannya, baliklah bertanya pada anak. Misalnya dengan mengatakan ‘menurut adek itu apa ya, warnanya apa ya’ dan sebagainya. Dengan begitu, dikatatakan Wikan nanti anak juga akan terbiasa kritis. Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh :health.detik