PT Bestprofit Medan

Mirna Semula Hendak Diminta Memimpin Perusahaan sang Ayah

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, CNN Indonesia — Ayah mendiang Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, sesungguhnya berencana menyerahkan salah satu perusahaan miliknya untuk dikelola sang putri. Darmawan merupakan pengusaha di sejumlah sektor.

“Saya mau kasih dia kerja. Baru saja mau memulai, ternyata kejadian begini ya. Salah satu (perusahaan saya) mau saya serahkan (ke Mirna),” ujar Darmawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.

Mirna tewas usai menyesap sedikit kopi vietnam di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, pada 6 Januari. Saat itu ia sedang berjumpa dua kawannya, Jessica dan Hani.

Menurut Darmawan, Mirna bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaannya sebelum meninggal. Oleh sebab itu pula ia hendak mempercayakan perusahaannya untuk dipimpin Mirna.

Di mata Darmawan, sang putri adalah sosok anak yang keras. Namu meski berwatak keras, Mirna disebut Darmawan sebagai anak yang baik.

“Dia anak baik, sehat sekali, dan banyak temannya. Cuma orangnya agak keras,” ujar Darmawan.

Ia tak mau mengambil kesimpulan soal siapa pelaku yang tega membunuh anaknya menggunakan sianida. Darmawan khawatir akan terjadi kesalahan jika dia gegabah menyalahkan orang lain atas kematian Mirna.

Darmawan menyerahkan sepenuhnya kapada polisi untuk mengungkap siapa pembunuh anaknya.

Mirna dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, setelah kejang dan kolaps usai menyesap satu sedotan kopi vietnam di Olivier, 6 Januari. Kopi itu, menurut uji Laboratorium Forensik Mabes Polri, mengandung sianida tiga gram yang cukup untuk membunuh lima orang sekaligus.

Hingga saat ini polisi belum menentukan tersangka dalam kasus kematian Mirna. Sejumlah saksi masih diperiksa, termasuk Jessica dan pembantunya yang disebut polisi menjadi saksi kunci. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : cnnindonesia.com