PT Bestprofit Medan

Motivasi Internal dan Eksternal dalam Bisnis

motivasi bisnis

BEST FROFIT FUTURES – Ada banyak hal yang bisa menyebabkan suatu bisnis sukses atau gagal; mulai dari ketekunan, semangat, kebijaksanaan dan kerja keras. Akan tetapi, di atas itu semuanya, bisnis paling sukses biasanya bisa bertahan lama berkat satu hal: ada panggilan jiwa. Inilah motivasi bisnis terbaik yang bisa Anda peroleh, karena tanpa panggilan jiwa, mustahil orang akan tahan menjalankan aktifitas bisnis yang rumit dan melelahkan dengan sepenuh hati. Jika motivasi datang dari dalam, bisnis akan lebih mungkin bertahan.

 

Motivasi Internal dan Eksternal dalam Bisnis

Dalam melakukan tindakan apapun, manusia biasanya didorong oleh dua macam motivasi bisnis: motivasi eksternal dan internal. Kedua hal ini memiliki daya tarik dan dorong yang bisa membuat orang sungguh-sungguh melakukan sesuatu. Motivasi eksternal biasanya mencakup hal-hal seperti memiliki rumah, mobil dan uang untuk bisa hidup mapan, sementara motivasi internal misalnya minat pribadi pada pekerjaan tersebut serta kepuasan tersendiri yang diperoleh dari mengerjakan hal tersebut.

Akan tetapi, dalam hal ini, kedua motivasi tersebut bisa tercampur. Motivasi mendapatkan uang bisa menjadi motivasi bisnis internal juga, terutama jika Anda memang mendapat kepuasan dari menghasilkan uang untuk melakukan apapun yang Anda inginkan. Akan tetapi, kedua dorongan ini pada akhirnya akan menyatu ketika Anda melakukan suatu pekerjaan berdasarkan panggilan jiwa. Ketika pekerjaan atau bisnis menjadi panggilan jiwa Anda, hal itu berarti motivasi bisnis Anda bukan lagi motivasi eksternal dan internal, karena semuanya seolah sudah melebur menjadi satu dan menyumbang pada kepuasan diri yang Anda rasakan tiap kali melakukan tugas atau bekerja.

Sebagai contoh, bayangkan diri Anda adalah pengusaha restoran keluarga. Jika hal itu menjadi panggilan jiwa, Anda tak akan keberatan tiap hari mampir untuk melihat pekerjaan para pegawai, memberi semangat dan motivasi, serta berinteraksi dengan pelanggan untuk mengetahui langsung jika ada yang tak puas. Anda pun tak keberatan bergadang untuk menemukan ide-ide bisnis dan pemasarn baru, serta tak keberatan keluar uang lebih untuk membuat pegawa-pegawai Anda senang dalam bekerja.

Tanpa panggilan jiwa sebagai motivasi bisnis, sebuah bisnis tak akan menjadi luar biasa. Kalaupun bisa menjadi besar, tak akan pernah ada kepuasan yang benar-benar bisa melegakan hati Anda sebagai pemilik atau pengelolanya. Hal ini bisa-bisa berdampak pada kemajuan bisnis di masa depan.

 

Belajar dari Penjual Makanan di Yogya

Tahukah Anda bahwa para penjual makanan terlaris di Yogya yang benar-benar mendapat penggemar loyal sejati justru mereka yang sederhana? Yang walaupun tidak mementingkan penampilan luar namun mementingkan rasa dan kepuasan lidah pengunjung? Banyak di antara para penjual makanan seperti sate, bakmi dan bakso ini adalah mereka yang meneruskan usaha keluarga atau berinisiatif mendirikan warung sendiri.

Para penjual makanan ini banyak yang hanya mendirikan lapak di pasar atau warung sederhana yang lokasinya bahkan susah dicari, namun banyak dari mereka yang sudah berbisnis selama 15, 20 bahkan 30 tahun! rata-rata penjual makanan yang suskses ini semuanya berprinsip sama: kepuasannya datang dari kesenangan melihat pengunjung yang menikmati makanan buatan mereka, sehingga menimbulkan perasaan positif bahwa hasil kerja mereka sangat dicari.

Bayangkan jika hanya ada motivasi eksternal di benak para penjual ini; pasti mereka lama-kelamaan tak akan bekerja sepenuh hati karena hanya mengharapkan laba. Mereka juga tak akan menjadi penjual makanan lagi, tanpa keberatan meninggalkan para pelanggan yang sudah terbiasa dengan rasa masakan mereka. Dalam hal usaha yang lebih besar, ini berarti motivasi bisnis untuk mempertahankan suatu bisnis sudah mengendur. Jadi, pastikan panggilan jiwa menjadi motivasi bisnis Anda yang utama.