PT Bestprofit Medan

OJK Pantau Kebijakan Moneter AS

Otoritas Jasa Keuangan

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT – Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menyatakan terus memantau perkembangan perekonomian global. Ini pun termasuk perkembangan kebijakan pemerintah AS, tidak terkecuali kebijakan moneter. Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK Y Santoso Wibowo mengungkapkan, hal yang perlu dicermati adalah terkait kenaikan suku bunga AS Fed Fund Rate (FFR). Kebijakan tersebut pada akhirnya akan berdampak kepada Indonesia pula.
“Kenaikannya suku bunga AS apakah 3 atau 4 kali,” kata Santoso dalam media briefing di Jakarta. Santoso menyatakan, OJK akan terus memantau apakah perkembangan kebijakan suku bunga di AS akan berdampak kepada pelemahan nilai tukar rupiah lebih lanjut. Selain itu, apakah perkembangan kebijakan moneter AS akan harus direspons dengan kenaikan suku bunga acuan.

Ia menuturkan, nilai tukar rupiah pun kemungkinan bakal terdampak kenaikan suku bunga acuan AS. Menurut dia, Bank Indonesia (BI) akan meresponsnya dengan berbagai langkah. “BI masih mempunyai ruang penyesuaian, cadangan devisa masih bagus, ruang untuk adjustment (penyesuaian) suku bunga sebagai pertahanan terakhir mungkin dilakukan,” tutur Rendra. BEST PROFIT
“Kalau ekspor meningkat dengan baik, mudah-mudahan rupiah tidak drop,” ungkap Santoso. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Stabilitas Sistem Keuangan OJK Rendra Idris menyebut, hal yang perlu dicermati adalah reaksi domestik terhadap perubahan kebijakan di AS. Selain itu, perlu diperhatikan pula seberapa banyak dan cepat kenaikan suku bunga di AS. PT BESTPROFIT
Meskipun demikian, OJK sudah melakukan assessment terkait dampak kenaikan suku bunga AS. Menurut Rendra, dampak kenaikan suku bunga AS tidak akan besar terhadap Indonesia. “Kami sudah hitung kalau terjadi (kenaikan suku bunga AS) 4 kali pun relatif dampaknya mild, maksudnya tidak terlalu signifikan,” sebut Rendra. PT BEST PROFIT