PT Bestprofit Medan

Pemahaman yang Sering Keliru di Balik Prinsip ‘Tak Boleh Menahan Kencing’

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Anjuran tidak boleh menahan kencing banyak didengar di masyarakat. Tapi, bukan berarti setiap timbul rasa ingin buang air kecil seseorang harus buru-buru ke toilet.

Diutarakan dr Boyke Soebhali SpU, di masyarakat banyak ditemui pesan untuk tidak boleh sama sekali menahan kencing. Dalam keseharian, pria yang akrab disapa dr Boy ini pun kerap menemukan pasien yang mengeluh selalu buang air kecil. Setelah diperiksa, ternyata di pasien sama sekali tidak mau menahan kencing dan malam hari banyak minum air.

“Masalahnya di sini adalah nasihat ‘nggak boleh nahan kencing ya’. Itu advice yang tidak sepenuhnya benar. Kalau menahan kencing 12 jam memang nggak boleh. Tapi kalau kurang dari 2 jam terasa mau kencing terus dituruti, ya nggak benar juga,” kata dr Boy saat berbincang dengan detikHealth.

Selama praktik, banyak kasus overactive bladder yang ditemui dr Boy karena ‘kebiasaan’ seperti itu. Alasan khawatir terkena penyakit di saluran kemih sering menjadi alasan si pasien. Sehingga, sedikit-sedikit terasa ingin buang air kecil, maka pasien akan langsung berusaha untuk buang air kecil.

Dokter yang praktik di RSU A. Wahab Sjahranie Samarinda ini menekankan, jika kurang dari dua jam setelah kencing sudah terasa ingin kencing lagi, sebaiknya tidak usah dituruti. Sehingga, pada prinsipnya tidak setiap terasa ingin kencing seseorang harus segera ke toilet untuk buang air kecil.

“Produksi urine manusia sekitar 1 cc per kg berat badan per jam. Jadi kalau berat seseorang 60 kg misalnya, dalam 1 jam dia menghasilkan 60 cc urine. Nah, kapasitas kandung kemih manusia sekitar 400 sampai 600 cc. Berarti agar kandung kemih penuh, memerlukan waktu sekitar 8 sampai 10 jam,” papar dr Boy.

Maka dari itu, prinsip ‘tidak boleh menahan kencing’ dikatakan dr Boy tidak tepat karena kalimatnya kurang lengkap. Nah, prinisp yang tepat adalah ‘tidak boleh menahan kencing melampaui kapasitas maksimal kandung kemih’.

Sebab, jika sering menahan kencing melampaui kapasitas maksimal kandung kemih bisa timbul batu saluran kemih dan infeksi. Sebab urine yang statis atau diam dikatakan dr Boy menjadi sarana pertumbuhan kuman yang baik. Selain itu, infeksi juga bisa menjadi sumber batu.

“Ketika terbiasa kencing tiap merasa ingin kencing, pastinya bisa mengganggu karena kan sedikit-sedikit kencing. Ke depannya, karena kandung kemih nggak pernah diisi penuh, maka kapasitasnya akan turun. Mialnya kapasitasnya harusnya 400 cc mungkin jadi tinggal 200 cc karena nggak pernah diisi. Sama seperti tangan yang tidak pernah dipakai akan mengecil,” pungkas dr Boy. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com