PT Bestprofit Medan

PPP Indikasikan Bergabung dengan Koalisi Jokowi-JK

Best Profit Futures 6Best Profit Futures – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan segera menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dalam minggu ini. Jika tidak bisa dilakukan minggu ini, Mukernas sudah harus digelar sebelum 1 Oktober.

Salah satu agenda pokok Mukernas adalah menetapkan arah koalisi, apakah masih dalam koalisi yang mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli lalu atau beralih ke koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

“Mukernas dalam minggu ini. Agendanya menetapkan arah koalisi dan penentuan waktu muktamar,” kata Wakil Sekjen PPP Isa Muhsin di Jakarta, Senin (22/9).

Ia menjelaskan penetapan mendukung Prabowo dan Hatta beberapa waktu lalu ditetapkan lewat Rapimnas yang didahului Mukernas. Untuk mengubah arah koalisi, tidak bisa orang per orang kader partai tetapi harus forum resmi seperti Mukernas dan Rapimnas.

Menurutnya, dari pembicaraan-pembicaraan para pengurus di daerah, PPP sebaiknya berada di dalam pemerintahan. Pasalnya sejak reformasi 1998 hingga sekarang, PPP selalu berada dalam pemerintahan. Pilihan itu hendaknya diteruskan karena PPP sudah pernah di luar pemerintahan dalam waktu yang cukup panjang.

Di sisi lain, adanya kader PPP yang menjabat menteri adalah suatu kebanggaan dan prestasi bagi PPP. Kader-kader di daerah pun tetap semangat bangun partai karena bangga ada kader partai yang menjadi menteri.

“Kami sudah pernah 32 tahun berada di luar pemerintahan. Masa harus di luar lagi,” ujarnya.

Terkait rencana Muktamar, dia tegaskan bergantung keputusan Mukernas. Namun yang pasti Muktamar akan dipercepat dari jadwal sebelumnya yang diagendakan tahun depan.

“Pada Mukernas lalu di Bogor ditetapkan, Muktamar satu bulan setelah Pilpres. Seharusnya sudah digelar karena Pilpres sudah selesai,” tuturnya.

Terkait calon Ketua Umum (Ketum) yang akan menggantikan Surya Dharma Ali (SDA), dia kemukakan sebaiknya kader muda. Hal itu agar PPP bisa bergerak cepat mengimbangi partai lain, terutama partai Islam.

Menurutnya, Emron Pangkapi hanya Ketum transisi. Dia hanya bertugas untuk menyiapkan Muktamar.

Dia juga menegaskan jika pendukung SDA ingin merebut Ketum maka harus mengikuti Muktamar yang digelar Emron. Di luar itu, tidak ada lagi forum resmi PPP yang ingin merebut Ketum.

Sumber : beritasatu.com