PT Bestprofit Medan

Riset Ini Ungkap Beban yang Dirasakan Pria bila Jadi Pencari Nafkah Utama

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Secara tradisional, pria merupakan tulang punggung utama dalam keluarga. Namun studi terbaru justru mengatakan mental dan fisik pria tak selamanya siap untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut.

Riset yang dilakukan University of Connecticut mengungkapkan, kesejahteraan mental dan fisik pria menurun ketika mereka menanggung beban finansial dalam keluarga.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati kondisi fisik dan mental lebih dari 3.000 pasangan menikah berumur 18-32 tahun dalam kurun tahun 1997-2011.

Hasilnya, pria yang istrinya ikut berkontribusi dalam menanggung beban finansial keluarga memiliki skor ‘kesejahteraan psikis’ berkisar 3,33 dari skala 1-4. Sedangkan pria yang menjadi tulang punggung keluarga hanya mendapatkan skor sebesar 3,17.

Untuk para istri, skor ‘kesejahteraan psikis’ terendahnya dikaitkan dengan kondisi di mana mereka sangat bergantung kepada suaminya, yaitu 3,08. Namun pada wanita yang tidak bergantung kepada sang suami, setidaknya dalam urusan ekonomi, skor yang dimilikinya menjadi lebih baik, yaitu 3,17.

Ketua tim peneliti, Prof Christin Munsch menjelaskan, temuan ini memberikan gambaran bahwa ekspektasi masyarakat terhadap gender tertentu dalam rumah tangga ternyata tak hanya membebani wanita, tetapi juga membahayakan kesehatan para suami.

“Biasanya wanita yang banyak dirugikan. Semisal sering jadi korban kekerasan tetapi tanggung jawab rumah tangga mereka yang paling besar. Tetapi pria ternyata juga merasakannya,” katanya.

Meski begitu, hal ini tidak berlaku jika yang menjadi pencari nafkah utama adalah wanita atau para istri. “Ketika seorang pria memiliki pendapatan lebih banyak dari pasangannya, mereka merasa wajib menafkahi dan harus mempertahankan status itu, tetapi bagi wanita ini adalah sebuah kesempatan (untuk berperan dalam keluarga, red),” jelas Munsch seperti dilaporkan CNN.

Itulah sebabnya ketika tugas ini diambil alih oleh wanita, mereka merasa sangat bangga, apalagi masyarakat biasanya tak ambil pusing dengan fakta apakah mereka bisa mempertahankan status tersebut atau tidak. Namun pada wanita, peranan ini hanya akan meningkatkan kesehatan mentalnya saja, tidak pada kesehatan fisiknya.

Munsch menambahkan, pada generasi millenial, peranan sebagai pencari nafkah tak lagi dipegang oleh suami semata. Sebab pasangan modern rata-rata membagi beban tersebut. Bisa sama-sama bekerja atau tak melulu suami yang jadi pencari nafkah, tetapi bisa menjadi berkebalikan, di mana suami menjadi kepala rumah tangga dan istri bekerja.

“Karena istrinya ikut menanggung beban ekonomi keluarga, secara otomatis kondisi psikis suami juga membaik. Begitu pula dengan istri, karena mereka bisa berkontribusi nyata,” tutupnya. Read more  PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com