PT Bestprofit Medan

Sakit Jantung Berisiko Meninggal Mendadak Saat Tidur, Ini Rekomendasi Dokter

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Pasien dengan gangguan jantung diketahui berisiko mengalami kematian mendadak saat tidur, terutama bagi mereka yang juga sleep apnea. Jika Anda salah satunya, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Jantung Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, biasanya dokter akan memeriksa rekaman jantung pasien, mencatat keluhan-keluhan yang ada, serta mencocokkan kondisi lain yang berkaitan seperti tekanan darah, gula darah, dan berat badan.

Selain itu, diperiksa juga apakah masalah jantung yang ada berkaitan dengan irama jantung, otot jantung, atau sistem elektrolit pada jantung.

“Diperiksa juga apakah ada keluhan pada jantung saat tidur atau beraktivitas. Dilihat rekaman jantungnya juga. Oleh sebab itu, sebaiknya memang rutin cek jantung mulai dari usia 30 tahun ke atas,” pesan dokter dengan akun Twitter @ismanf tersebut kepada detikHealth, Selasa (19/1/2016).

Jika memang ditemukan ada gangguan irama jantung, maka dokter akan merekomendasikan pemakaian pacu jantung ICD atau Implantable Cardioverter Defibrillator. Apa itu?

Seperti dikutip dari situs resmi National Heart, Lung and Blood Institute, ICD merupakan terapi kejut listrik yang ‘ditanam’ di jantung. Alat ini menghantarkan impuls listrik untuk membantu mengendalikan gangguan irama jantung yang mengancam jiwa dan menyebabkan serangan jantung mendadak atau sudden cardiac arrest (SCA).

SCA sendiri adalah suatu kondisi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Jika jantung berhenti berdetak, darah berhenti mengalir ke otak dan organ vital lainnya. Jika tidak langsung diatasi saat itu juga, SCA dapat menyebabkan kematian.

“Jadi seperti alat kejut listrik biasa, hanya saja ini kecil dan ditanam di dinding dada. Jadi misalnya tiba-tiba ada gangguan irama pada jantung, alat ini akan memberikan kejut otomatis dan mengembalikan irama jantung,” tutur dr Isman.

Dilanjutkan dr Isman, prinsip kerja ICD sama seperti alat kejut listrik yang biasa dipakai oleh dokter untuk ‘membangunkan’ pasien jantung yang tak sadarkan diri, namun daya kejutnya lebih kecil. “Kalau alat yang besar itu dayanya 200 Joule, sementara ini (ICD -red-) 7-10 Joule,” imbuhnya. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com