PT Bestprofit Medan

SBY Siapkan Opsi Alternatif Merespons UU Pilkada

Best profit Futures7Best Profit Futures – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sedang menyiapkan opsi alternatetif atau yang disebutnya sebagai “planB” untuk merespons Undang-Undang (UU) Pilkada, setelah tidak dimungkinkan dirinya menolak menandatangani naskah legislasi yang telah disahkan di sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu. Hal itu diputuskan presiden setelah berkomunikasi dua kali dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva.

Plan B inilah yang kami matangkan. Tinggal hari ini dan akan kami matangkan besok. Kepentingan kami tiada lain adalah untuk demokrasi kita untuk rakyat kita,” kata SBY dalam keterangan pers di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/9).

Sejak Undang-Undang (UU) Pilkada resmi diundangkan, SBY mengatakan bersama menterinya mencari cara dan upaya agar pasal 20 yang mengembalikan mandat pemilihan kepala daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak terjadi. Namun sebagai presiden yang taat hukum, kata SBY, tidak dimungkinkan dirinya menolak dengan tidak menandatangani naskah legislasi tersebut.

Presiden menambahkan posisi pemerintah dalam hal UU Pilkada adalah mendukung pemilihan langsung, namun dengan sejumlah perbaikan.

“Kesimpulannya tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak bersetuju atas apa yang dihasilkan dari paripurna DPR yang lalu,” kata SBY.

Oleh karena itu, plan B sebagai opsi alternatif, kata SBY, sedang dimatangkan dalam satu hingga dua hari ini.

Pertemuan Presiden SBY dengan Ketua MK yang sedianya hari ini juga batal dilakukan setelah presiden melakukan komunikasi jarak jauh sebanyak dua kali dengan Hamdan Zoelva.

Saat memberikan keterangan pers pagi ini, SBY didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Hukum, dan HAM Amir Syamsuddin, serta Jaksa Agung Basrief Arief.

Sumber : beritasatu.com