PT Bestprofit Medan

Sekadar Suka Atau Sudah Kecanduan Mi Instan? Ini Bedanya Menurut Psikolog

Best Profit Futures 6Best Profit Futures – Terlepas dari rentetan risiko kesehatan yang menghantui bilamana dikonsumsi terlalu banyak, nyatanya mi instan tetap jadi primadona. Bahkan sebagian orang tampaknya kecanduan dengan makanan siap saji ini.

Tidak mudah sebenarnya untuk menilai apakah seseorang benar-benar kecanduan mi instan. Bisa jadi hanya sebatas suka dan sering mengonsumsinya, tetapi tidak menjadi masalah besar kalau sewaktu-waktu kehabisan stok mi instan di dapur.

“Ya sebenarnya hampir sama dengan kecanduan lainnya. Jadi sebegitu seringnya makan mi instan sampai mengganggu aktivitasnya,” timpal Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog dari RS Pluit Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Diana, demikian ia disapa, menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami kecanduan cenderung memperlihatkan gejala tertentu seperti uring-uringan dan sakit kepala jika sehari saja tidak makan mi instan.

“Dan ini beda antara yang suka sekali sama sudah kecanduan. Suka ya suka aja, misal nggak ada mi ya nggak apa-apa, istilahnya nggak sampai ‘sakaw’. Kalau kecanduan ya kalau nggak makan mi dia ngerasa ada yang kurang,” tegasnya saat dihubungi melalui telepon.

Akan tetapi bila seseorang kadung kecanduan pada mi instan, Diana menyarankan agar orang yang bersangkutan dialihkan perhatiannya dari mi instan secara perlahan-lahan.

“Misal yang biasanya sehari sampai dua kali, jadi sehari sekali. Trus dua hari sekali, sampai dia nggak pengen lagi. Kalau orangnya berkeinginan kuat, saya yakin pasti bisa,” tuturnya.

Bagaimana jika benar-benar tidak bisa pisah dari mi instan? Diana mengungkapkan, orang yang kecanduan mi instan bisa meminta bantuan temannya untuk memberikan dukungan dan mengingatkan.

“Karena kan mi instan memang sebaiknya dikonsumsi sesuai porsi amannya saja. Temannya saja suruh mengawasi,” tutup ibu dua anak tersebut.

Sumber : health.detik.com

PT.Bestprofit futures Medan