PT Bestprofit Medan

Sering Mengenakan Celana Jeans Ketat? Hati-Hati

Best profit Futures5Best Profit Futures – Dalam beberapa tahun belakangan trend memakai celana jeans ketat atau biasa di sebut model pensil menjadi tren di kalangan anak muda. Dari semua jenis celana jeans yang tersedia, jeans ketat kini sepertinya sudah menjadi trend yang paling populer. Banyak tersedia dalam berbagai warna, sehingga jeans ini sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini juga diyakini bisa memberikan penampilan yang hebat dan memberikan perasaan elegan.

Jeans ketat adalah trend fashion terbaru, yang dirancang agar pas dengan bentuk pinggang dan paha. Hal ini sedikit lebih ketat di pinggang, dan pada saat yang sama terlihat meratakan perut dan membentuk body secara keseluruhan yang memberikan bentuk langsing. Namun, dalam beberapa tahun terakhir masalah kesehatan telah banyak dikeluhkan oleh pengguna celana ramping ini.

Berikut beberapa masalah kesehatan dari penggunaan celana jeans ketat: 

Menurut ahli terapi fisik
Ahli terapi fisik berpendapat bahwa saraf kutaneus lateral pada paha berperan penting untuk memberikan sensasi ke bagian atas dan bawah kaki. Oleh karena itu, membungkus kaki dengan jeans ketat bisa menjepit saraf kutan lateral, yang akan memberikan kaki atas dan bawah mengalami sensasi mengambang sambil berjalan. Hal ini akan memberikan perasaan kaki seperti tidak ada pada tubuh. Selain sensasi yang aneh ini, orang tersebut bisa mengalami kelemahan di bagian paha.

Menurut Ahli Bedah
Seorang ahli bedah di Greater Baltimore Medical Center (USA) yang bernama Karen Boyle , jeans ketat bisa memicu meralgia paresthetica, yaitu suatu kondisi yang meremas saraf yang melewati daerah luar paha, dan yang menyebabkan mati rasa, terbakar, dan sensasi kesemutan. Jeans ketat diyakini dapat menimbulkan tekanan konstan pada saraf, yang dapat menyebabkan apa yang dikenal dengan sindrom kesemutan paha. Celana jeans terlalu ketat, yang umumnya lebih sering dipakai oleh wanita, akan meningkatkan risiko meralgia paresthetica. Orang yang memakai jeans ketat cenderung mengalami perasaan geli yang tidak biasa, yang dirasakan naik dan turun sepanjang paha. Semua ini adalah gejala kerusakan saraf. Penekanan syaraf yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Pendapat Neurolog
Neurolog juga menegaskan bahwa penggunaan jeans ketat akan membuat tekanan berlebihan pada saraf kutan lateral, yang menyebabkan sindrom kesemutan paha. Selain menyebabkan perasaan geli pada paha, mengenakan jeans ketat juga diyakini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut, pembekuan darah, mulas, dan nyeri punggung bagian bawah. Masalah pemakaian jeans ketat ini bisa semakin parah jika diiringi dengan penggunaan sepatu hak tinggi. Hal ini karena kebiasaan memakai sepatu hak tinggi juga bisa membuat kerentanan terhadap kerusakan saraf, bunions, dan hammertoe. Sepatu hak tinggi menyebabkan kemiringan panggul yang abnormal, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada otot di panggul.

Jadi, cara yang terbaik untuk mencegah tekanan pada saraf adalah dengan memakai celana jeans stretch. Untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan paha, carilah celana jeans yang terbuat dari kain strecth. Juga pilihlan celana jeans yang dibuat dengan bagian pinggang yang elastis. Kenalkan jins longgar juga bisa membantu untuk menghilangkan rasa kesemutan dan nyeri pada kaki. Tidak ada salahnya mengenakan jins ketat, namun jika terlalu ketat sebaiknya dibuang saja. Menggunakan jeans ukuran yang benar adalah kunci untuk kenyamanan berpakaian dan hidup yang sehat.

Sumber : kesekolah.com