PT Bestprofit Medan

Steve Jobs: Aku Tidak Bekerja Untuk Uang

Pendiri Apple Steve Jobs memamerkan amplop kertas yang berisi MacBook Air pada 15 Januari 2007 di gelaran tahunan MacWorld.

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT – Sebagai pendiri Apple, Steve Jobs telah menghasilkan kekayaan sepanjang hidupnya. Perusahaannya ini, kini bahkan menjadi perusahaan dengan nilai paling mahal di dunia. Tetapi bagi Jobs, irinya tidak pernah bekerja untuk menjadi kaya. “Aku dapat menghasilkan ebih dari 1 juta dollar AS di usiaku yang ke-23, kemudian lebih dari 10 juta dollar AS aku hasilkan diusiaku yang ke-24.
Dan aku dapat menhasilkan lebih dari 100 juta dollar As saat aku berusia 25 tahun, dan itu tidak begitu penting.” ujarnya dalam sebuah dokumenter di tahun 1996. Steve Jobs mendirikan Apple pada tahun 1976 saat usianya 21 tahun, dan dirinya tidak pernah melakukan itu untuk uang.
Bahkan seiring dengan perjalanan karirnya, ketika Jobs berada dalam kondisi kesulitan uang, dirinya tetap teguh pada pendiriannya. Sebagai contoh, ketika terjadi volatilitas terhadap harga saham Apple di tahun 1980-an, Jobs menghabiskan 250 juta dollar AS, dan dia mengatakan kepada majalah Playboy bahwa dirinya tidak peduli. “Aku tidak akan membuat hal ini menghancurkan hidupku,” ujarnya dalam wawancara kepada Playboy pada tahun 1985, dikutip melalui CNBC.

Toko Apple
“Bukankah ini lucu? Aku menganggap uang sebagai hal yang lucu, semua perhatian ditujukan kepada uang, karena itu bukanlah hal yang paling berarti yang pernah terjadi di hidupku dalam kurun waktu 10 tahun belakangan,” ujar Jobs.
Faktanya, Jobs selalu menghindar untuk memprioritaskan kekayaan, menurut Walter Isaacson yang telah melakukan lebih dari 40 wawancara dengan Jobs untuk bukunya yang berjudul “Steve Jobs”. Bahkan selepas Jobs menjadi miliarder, menikah, dan memiliki anak, Steve Jobs memiliki kecenderungan untuk menghindari gaya hidup mewah. BEST PROFIT
“Rumahnya di Palo Alto adalah sebuah rumah yang berada pada sisi jalan yang normal, tidak ada jalan masuk yang berliku atau pagar keamanan besar,” ujar Isaacson. “Anda bisa berjalan ke taman di gerbang belakang dan membuka pintu belakang ke dapur yang tidak dikunci. Rumahnya adalah rumah keluarga pada umumnya,” lanjut Isaacson.
Almarhum pendiri Apple Steve Jobs saat memperkenalkan iPhone pertama, tahun  2007
Ketika New York Times mengunjungi rumah Jobs pada tahun 1997, situasinya juga seperti perumahan pada umumnya. “Anak Jobs memanjat pohon di halaman belakang, diawasi oleh baby sitter-nya, beberapa anak kecil lain yang berasal dari lingkungan sekitar menghampiri didampingi baby sitter masing-masing.
Sementara di dapur, Jobs duduk di kursi goyang favoritnya dengan anak perempuannya duduk di atas pangkuannya. Istrinya, Laurenne baru saja selesai melakukan tugasnya dan jogging,” sebut New York Times.
Foto pernikahan di Apple Store Singapura
Dalam sebuah wawancara dengan Isaacson, Jobs menjelaskan, meskipun kaya, dirinya tidak ingin membawa kehidupannya disetir oleh keserakahan dan materalisme. “Aku melihat banyak orang yang bekerja di Apple, terutama setelah kami go public, banyak yang berubah,” ujar Jobs dalam sebuah wawancara. PT BESTPROFIT
“Banyak orang berpikir diri mereka akan menjadi kaya. Beberapa orang pergi membeli Rolls Royces, membeli rumah, dan istrinya melakukan operasi plastik. Aku melihat orang-orang yang dulunya baik, dan sederhana, kini menjadi orang-orang yang aneh. Aku pu berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan menjadikan uang ini menghancurkan hidupku,” ujar Jobs.
Sepanjang perjalanan karirnya, Jobs memilik untuk mengejar minatnya, dibanding mengejar gaji yang tinggi. Dan pekerjaan itu terkait dengan personal komputer. “Manusia adalah pencipta alat,” ujar Jobs.
Apple iPhone generasi pertama.
“Aku percaya dengan setiap tulang di dalam tubuhku, dengan berbagai penemuan yang dilakukan oleh manusia, komputer dapat berada di atas peradaban, seiring dengan tersibaknya sejarah,” ujarnya. Untuk anak muda yang sedang memulai jenjang karirnya, Jobs berujar,
“Anda harus mencari apa yang Anda sukai,” ujarnya dalam sebuah pidato pada tahun 2005. “Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dalam hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas dengan apa yang Anda lakukan adalah dengan percaya bahwa pekerjaan Anda merupakan hal yang baik,” ujar dia.
“Jika kamu belum juga menemukan (pekerjaan itu), maka teruslah mencari. Jangan menetap. Karena perkara ini merupakan perkara hati, Anda akan mengetahuinya ketika menemukan (pekerjaan itu),” tukas dia. PT BEST PROFIT