PT Bestprofit Medan

Studi: Larangan Merokok Baru Mempan pada Perokok Seperti Ini

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Meski tidak setiap hari menghisap tembakau, perokok kasual masih bisa memicu dampak buruk bagi orang-orang di sekitarnya. Namun jumlah mereka bisa berkurang drastis dengan adanya larangan merokok di tempat umum lho.

Peneliti dari Ohio State dan Purdue University mengungkap hal ini dengan menggunakan data yang dikumpulkan Americans for Nonsmokers Right Foundations (ANRF) terkait 13.000-an kebijakan pelarangan merokok di 5.000 wilayah di AS. Oleh peneliti data ini diamati untuk melihat sejauh mana efektivitasnya terhadap upaya mengurangi angka perokok.

Untuk data perokoknya, peneliti mengambil dari National Longitudinal Survey of Youth 1997 yang melibatkan 4.341 responden dari 487 kota, dan diwawancarai tiap tahun selama kurun 2004-2011. Usianya berkisar antara 19-31 tahun.

Kebetulan di saat yang bersamaan dengan studi, terjadi perluasan dampak larangan merokok pada partisipan. Dari yang awalnya hanya berdampak pada 14,9 persen sampel partisipan di tahun 2004 menjadi 58,7 persen di tahun 2011.

Hasilnya, para perokok dipastikan meninggalkan kebiasaan mereka setelah adanya pelarangan, utamanya pada perokok kasual atau lebih akrab disebut sebagai perokok sosial, di mana mereka hanya menghisap rokok di saat sedang bercengkrama dengan teman-teman perokok. Perokok kasual yang merasakan dampaknya rata-rata merupakan pria muda.

Bahkan peneliti menemukan terjadinya penurunan kemungkinan merokok pada pria muda. Pada pria muda yang tinggal di wilayah yang tidak memiliki pelarangan merokok, kemungkinan mereka untuk menghisap tembakau dalam kurun 30 hari mencapai 19 persen. Sebaliknya bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan pelarangan merokok, kemungkinannya hanya 13 persen saja.

“Begitu pelarangan merokok diberlakukan, peluang untuk merokok pada orang-orang muda ini berkurang dari waktu ke waktu,” simpul salah satu peneliti, Mike Vuolo.

Hanya saja menurut peneliti, efek ini tidak berlaku bagi wanita, dan peluangnya untuk merokok dalam kurun 30 hari hanya berkurang sebesar 11 persen, tak peduli di manapun mereka tinggal, apakah di wilayah yang ada pelarangan merokoknya ataupun tidak.

“Selain itu, pelarangan ini tidak efektif untuk mereka yang memang kesehariannya menghisap lebih dari satu pak rokok,” tambah Vuolo seperti dilaporkan Ask Men.

Setidaknya, lanjut Vuolo, upaya ini dirasa tetap ada gunanya, karena dapat mencegah perokok kasual menjadi perokok berat. Sebab Vuolo menerangkan banyak peneliti membuktikan bahwa perokok kasual melakukan hal ini karena pengaruh lingkungan mereka.

“Jadi kalau mereka tidak boleh merokok di dalam ruangan dengan teman-temannya, mereka lebih memilih tidak merokok sama sekali,” tutupnya. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com