PT Bestprofit Medan

Studi Sebut Ganja Medis Berpeluang Jadi Obat Bagi Alzheimer

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta, Alzheimer merupakan salah satu penyakit otak yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Sebuah studi menyebut ganja medis memiliki peluang untuk menjadi obatnya. Benarkah?

David Schubert, peneliti senior dari Salk Institute for Biological Studies, Amerika Serikat, melakukan studi untuk melihat efek zat Tetrahydrocannabinol (THC) yang ada pada ganja untuk otak. Ditemukan bahwa efek delusi dan halusinasi yang dihasilkan THC mampu menyingkirkan plak jahat di otak yang ditengarai merupakan penyebab alzheimer.

“Bisa disimpulkan bahwa ganja medis memiliki potensi sebagai obat alzheimer,” tutu Schubert, dikutip dari CNN, Kamis (28/7/2016).

Schubert mengatakan ia sudah melakukan penelitian tentang obat alzheimer sejak 10 tahun lalu. Awalnya, ia melakukan penelitian kepada kurkumin, senyawa yang umum ditemukan dalam tanaman jahe, kunyit dan temulawak.

Kurkumin ternyata memiliki efek meredakan peradangan di otak dan mengurangi kematian sistem saraf. Eksperimen lebih lanjut menemukan efek ini muncul berbarengan dengan efek cannabinoid seperti halusinasi dan delusi.

Akhirnya, penelitian dialihkan ke ganja medis dan dikhususkan untuk melihat efek THC pada plak-plak yang menyebabkan matinya sel saraf di otak. Ditegaskan Schubert, penggunaan ganja medis dalam dosis tepat mampu mengurangi kematian sel-sel neuron otak dan memperlambat datanganya alzheimer.

“Sayangnya, belum banyak yang bisa dilakukan untuk penelitian ini karena regulasi menghalangi kami,” ungkapnya lagi.

Keith Fargo, direktur program Alzheimer’s Association, mengaku mendukung penelitian Schubert dan rekan-rekannya. Menurutnya, ganja medis bisa menjadi alternatif pilihan pengobatan bagi alzheimer yang sampai saat ini masih sangat minim.

“Penelitian ini memberi tambahan pemahaman tentang sistem otak dan bagaimana cannabinoid bekerja,” tuturnya.

Meski begitu, tidak semua pakar setuju penelitian ini dilanjutkan. Dr Donovan Maust, pakar kesehatan jiwa dari University of Michigan, mengatakan penelitian soal ganja medis memang selalu menarik perhatian. Sayangnya, hasil penelitiannya sampai sejauh ini tidak selalu jelas.

“Mungkin memang ada sedikit manfaat untuk menghilangkan plak. Tapi harus diperhatikan juga efek penggunaan ganja pada bagian tubuh yang lain,” ungkapnya. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik.com