PT Bestprofit Medan

Suntikan Semangat dari Para Senior Buat Linda Terhipnotis

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta – Sebelum tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Linda Wenifanetri mendapatkan suntikan semangat dari para mantan pebulutangkis yang pernah membela Indonesia di Olimpiade. Suntikan semangat itu membuat Linda seperti terhipnotis.

“Saya sempat ngobrol dengan Minarti Timur waktu di karantina di Kudus. Beliau bilang ke saya, Linda kamu jangan khawatir, di Olimpiade itu semua bisa terjadi. Yang penting kamu tetap fokus, jangan takut lawan siapapun,” cerita Linda soal perbincangannya dengan Minarti Timur, peraih medali perak nomor ganda campuran Olimpiade Sydney 2000.

“Sebenarnya kalau diingat-ingat, yang diomongin itu suatu hal yang sudah pernah saya dengar sebelumnya. Tapi, nggak tahu kenapa, pas Ci Memey (Minarti Timur) yang ngomong, saya kaya terhipnotis gitu. Masuk banget ke otak saya. Makin semangat, lebih percaya diri lagi,” kata Linda.

Sosok lain yang menyemangati Linda adalah peraih medali emas nomor tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti, dan peraih emas nomor ganda putra Olimpiade Atlanta 1996, Rexy Mainaky.

“Sama Kak Eky (Rexy Mainaky) dan Ci Susy (Susy Susanti) juga banyak ngobrol. Mereka semua kasih semangat penuh ke saya. Mendukung penuh. Dari pelatih-pelatih di Pelatnas juga semuanya. Nggak hanya pelatih tunggal putri. Seneng banget bisa tukar pikiran sama mereka. Sekarang ini lumayan jadi nervous sebenarnya, tapi saya juga semakin semangat,” ungkap Linda kepada Badmintonindonesia.org.

“Semakin hari saya semakin menyadari bahwa konsentrasi saya harus lebih ditambah lagi. Jaga kondisi badan. Semakin hari semakin memprotek diri, lebih memerhatikan diri sendiri. Tapi tetap dibawa santai,” kata Linda.

Bisa mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016 adalah kebanggaan tersendiri bagi Linda. Olimpiade Rio 2016 ini kemungkinan akan menjadi Olimpiade pertama dan yang terakhir buat Linda.

“Ini jadi olimpiade pertama saya dan mungkin akan jadi yang terakhir. Karena empat tahun ke depan, saya belum tentu bisa bertahan. Empat tahun lagi sudah waktunya untuk junior-junior di bawah saya yang turun,” ungkap atlet berusia 26 tahun itu.

Delapan tahun menghuni Pelatnas Cipayung, Linda akhirnya bisa mencicipi Olimpiade. Tahun 2008 saat Maria Kristin Yulianti menjadi penggawa Indonesia di Beijing, Linda baru bergabung dengan Pelatnas. Empat tahun setelahnya, 2012, giliran Adriyanti Firdasari yang diturunkan.

“Yang pasti senang, excited banget rasanya. Bangga karena dikasih kesempatan untuk bisa main di Olimpiade. Jadi memotivasi supaya saya bermain maksimal. Ibaratnya, semua pemain pasti ingin main di Olimpiade, tapi saya bisa dapat kesempatan. Ini jadi motivasi buat saya untuk main sebaik mungkin,” kata Linda. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : sport.detik.com