PT Bestprofit Medan

Tag Archives: PT Bestprofit

Ikan Sarden, Pilihan Menu Sarapan Sehat yang Bisa Cegah Penyakit Jantung

Selain mencegah penyakit jantung, ikan sarden juga membantu mencegah kanker. (Foto: iStock)
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Ikan sarden telah ada sejak berpuluh tahun lalu. Meski banyak yang tidak suka karena rasanya yang kuat dan baunya yang menyengat, ikan sarden ternyata punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Ikan sarden disebut-sebut sebagai makanan yang super sehat untuk jantung. Ikan ini dikemas dengan sejumlah nutrisi. Selain mencegah penyakit jantung ikan sarden juga membantu mencegah kanker. PT BESTPRO

Ada beberapa alasan mengapa ikan sarden dianggap sebagai makanan sehat. Mengutip Healthline, sarden adalah salah satu makanan yang mengandung banyak sekai asam lemak dan omega-3 yang terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol. PT BEST PROFIT

Satu kaleng ikan sarden mengandung lebih dari 50 persen dari kebutuhan nutrisi harian. Sarden juga merupakan sumber vitamin B12 yang sangat baik. Vitamin B12 dipercaya mampu meningkatkan kesehatan jantung karena mampu menjaga kadar homocysteine, hormon penyebab kerusakan dinding arteri, menjadi seimbang. BESTPRO

Selain itu, ikan sarden kaya akan protein. Protein sangat pentung untuk membentuk tulang dan otot yang sehat. Proyein juga membantu menciptakan antibodi yang menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi kuat. BPF

Sarden adalah makanan yang sangat serbaguna. Mereka dapat digunakan dalam salad, sebagai camilan, atau sebagai hidangan utama. BESTPROFIT FUTURES

Untuk ikan sarden kalengan yang dikemas dalam minyak, bilas perlahan di bawah air untuk menghilangkan minyak berlebih sebelum disajikan. Ikan sarden segar perlu dibersihkan dan dibilas dengan air dingin. PT BEST PROFIT FUTURES

Vaper Melawan! Ramai-ramai, Pengguna Vape Pamer Foto Rontgen Paru-paru

Deretan foto rontgen paru yang dipamerkan para pengguna vape atau rokok elektrik (Foto: Andika Widhi/Hexohm Indonesia)

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT – Di tengah panasnya pro dan kontra keberadaan vape atau rokok elektrik di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan berbagai asosiasi profesi kesehatan merencanakan pelarangan. Di sisi lain, dukungan makin deras dari kalangan pengguna vape atau sering disebut vaper.

Terkait hal tersebut, belakangan ramai kampanye pamer foto rontgen paru-paru yang digaungkan oleh komunitas vape. Para vaper di kota-kota besar dan media sosial memamerkan foto rontgennya untuk membuktikan bahwa tubuh mereka sehat tidak terdampak oleh vape seperti yang sering diberitakan. PT BESTPRO

“Jadi tujuannya biar suara vaper ini terlihat juga. Syukur-syukur bisa didengar sama pemerintah karena menurut saya suara konsumen penting juga,” kata Andika Widhi dari komunitas Hexohm Indonesia yang turut aktif mengkampanyekan foto rontgen paru-paru vaper. PT BEST PROFIT

“Pertama supaya hak untuk ngevape ini tetap ada, karena ini hak untuk memilih pilihan yang lebih sehat. Kedua menunjukkan ke orang-orang terdekat atau masyarakat awam bahwa dengan vaping itu kami sehat-sehat saja. Range kami vaping itu ada yang dari hitungan bulan sampai paling lama lebih dari lima tahun,” jelasnya saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2019). BPF

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto hingga saat ini mengaku masih menunggu masukan dari berbagai kalangan. Ia belum mau memberikan komentar atau sikap tegas meski BPOM sudah menyampaikan rencana melarang vape karena dinilai mengandung bahan-bahan berbahaya. BESTPRO

“Nanti kita menampung dari semua lapisan masyarakat, apa yang mereka ini kan. Jangan malah menjustifikasi sesuatu untuk hal yang belum jelas,” kata Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/11/2019) lalu. PT BEST PROFIT FUTURES

Hati-hati! Risiko Kerusakan Paru Membayangi Perokok dan Pengguna Vape

Ilustrasi kerusakan paru-paru. Foto: iStock
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Penyebab utama dalam terjangkitnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan menghirup asap dalam jumlah yang banyak dalam siklus yang sering. Seperti halnya menghirup asap kendaraan bermotor, polusi udara, bahkan hingga asap yang ditimbulkan dari kegiatan masak-memasak.

Namun, yang menjadi sorotan lebih mendalam dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis ini adalah bagi perokok. Karena aktivitas merokok lebih sering dilakukan secara berulang-ulang tidak hanya dalam kurun waktu yang sebentar, bahkan hingga bertahun-tahun. PT BESTPRO

“Contohnya gini, orang kalau gak pakai sepatu lalu jalan terus, kakinya akan jadi seperti apa? Tebalkan, itu sama halnya seperti iritasi pada PPOK. Maka gak bisa dilihat dari setahun, dua tahun, karena merokok itu akan terus dilakukan hingga bertahun-tahun sampai 10 tahun, 20 tahun, hingga terdeteksi terjangkit PPOK,” jelas Prof dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K) saat konferensi pers peringatan hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis, di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019). BPF

Tidak hanya perokok konvensional yang menjadi sorotan, melainkan juga perokok elektronik contohnya vape. BESTPROFIT FUTURES

“Kalau rokok konvensional itu karena sudah lama dan sudah dipelajari maupun diteliti, serta sudah terbukti menjadi penyebab PPOK, sedangkan rokok elektronik masih dilakukan penelitian serta dipelajari, namun potensi itu tetap ada,” ucap Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menambahkan.  PT BEST PROFIT

Sama halnya dengan rokok, diketahui vape juga mengandung nikotin serta zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan. Jika dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama, maka akan menjadi hal yang wajar vaping bisa menjadi salah satu penyebab PPOK. PT BEST PROFIT FUTURES

Heboh Sertifikat Pranikah, Skrining HIV Jadi Syarat Lulus?

Ilustrasi tes HIV. Foto: iStock
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT – Prevalensi pengidap HIV di Indonesia di Indonesia sebanyak 640.443 jiwa namun sayangnya jumlah kasus terlapor dan ditemukan serta mendapat pelayanan medis baru berjumlah 349.882 jiwa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, dr Wiendra Waworuntu, MKes menyebut kekosongan atau gap itu terjadi karena masih banyak pengidap HIV yang tidak terdiagnosa karena tak periksa kesehatan meski mereka termasuk kelompok rentan. PT BESTPRO

“Banyak yang nggak mau tes. Kalau berani kan kita tes,” sebutnya saat dijumpai pada Temu Media di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019). PT BEST PROFIT

 Lalu, apakah kedepannya tes HIV menjadi syarat wajib bagi calon pengantin untuk sertifikat pranikah? “Nggak bisa diwajibkan karena melanggar hak asasi. Masa kita mau paksa?” ucapnya. BPF

“Setiap saya ke daerah banyak yang tanya bisa nggak untuk sertifikat pranikah kita sertakan tes HIV? Saya bilang, kalau daerah silahkan, tetapi di dalam program nasional, masih (wajib) untuk populasi kunci,” sambungnya. BESTPROFIT FUTURES

Meski tidak diwajibkan untuk semua orang, Wiendra menyebut ada sebagian populasi yang memang wajib melakukan skring HIV. BESTPROFIT FUTURES

“Kami tidak mewajibkan (untuk sertifikat pranikah) tapi populasi kunci, warga binaan pemasyarakatan dan ibu hamil itu wajib,” pungkasnya. PT BEST PROFIT FUTURES