PT Bestprofit Medan

Tag Archives: PT. BPF

Tantang China, AS Kirim 1.000 Lebih Marinir ke Australia

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES – SYDNEY – Menteri Pertahanan Australia mengatakan Amerika Serikat (AS) akan memecahkan rekor pengiriman personil Marinir untuk berlatih bersama dengan negara itu. Pernyataan ini muncul di tengah-tengah usaha Washington untuk melawan apa yang digambarkan sebagai agresi China di wilayah tersebut.

Marise Payne mengatakan 1.587 Marinir AS akan menghabiskan pelatihan selama enam bulan di bagian utara Australia yang terpencil. Jumlah ini meningkat hampir 27 persen di banding pada 2017 lalu untuk program yang dikenal sebagai Force Posture Initiatives. – BESTPROFIT

“Militer AS memainkan peran penting dalam menjamin keamanan dan stabilitas di seluruh Indo Pasifik, dan Force Posture Initiatives akan menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama beberapa dekade mendatang,” kata Payne dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat.

Penyebaran pasukan, pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 sebagai bagian dari “poros AS” ke Asia, telah muncul sebagai indikator kunci komitmen Washington untuk wilayah Pasifik di bawah Presiden AS Donald Trump. Ini sekaligus menunjukkan kesediannya untuk melawan pengaruh Tiongkok di wilayah di mana ketegangan telah melonjak di tengah-tengah perselisihan atas Laut Cina Selatan. –  BESTPROFIT

Perusahaan Israel Ini Mengaku Bisa Retas Seluruh iPhone di Dunia

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta – Perusahaan forensik mobile yang berbasis di Israel, Cellebrite, mengklaim memiliki kemampuan untuk meng-unlock semua iPhone di dunia.

BESTPROFIT

Dikutip dari laman Forbes, Rabu, Cellebrite telah mengembangkan sebuah cara untuk masuk ke perangkat Apple yang menjalankan iOS, termasuk iOS 11 dan iPhone X.

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu pemerintah Amerika Serikat (AS) pernah menggunakan jasa Cellebrite untuk membobol kunci enkripsi iPhone.

Sayang, hingga saat ini belum terungkap dengan jelas bagaimana cara perusahaan berhasil memecahkan enkripsi yang Apple kembangkan. – BEST PROFIT

Yang pasti, proses ini melibatkan pihak terkait mengirimkan smartphone ke perusahaan untuk melakukan proses unlock.

Tak ingin ada perusahaan lain yang ‘meniru’ cara perusahaan membobol enkripsi di iOS, Cellebrite pun memilih untuk menyimpan metode yang digunakan untuk mereka sendiri.

Meski Kalah, 3 Pemain Timnas Indonesia Ini Tampil Menonjol

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Islandia pada uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu . Tanpa ampun anak asuh Heimir Hallgrimsson itu menghajar Indonesia 4-1.

null

Padahal, sempat ada rasa optimistis karena Timnas Indonesia unggul lebih dulu. Kesalahan kiper Runar Runarsson di menit ke-29 sukses dimanfaatkan Ilham Udin Armaiyn. Pemain Selangor FA itu berada dalam posisi yang tepat untuk menyambut bola.

Sayang, keunggulan Indonesia tak bertahan hingga babak pertama berakhir. Pasalnya, Albert Gudmundsson yang masuk di menit ke-27 sukses menyamakan skor di menit ke-45+2. Di babak kedua, Islandia semakin menggila.

Mereka sukses mencetak tiga gol tambahan ke gawang tim Merah Putih pada 45 menit kedua. Tiga gol itu dicetak Arnor Smarason di menit ke-59 dan Gudmundsson ke-66, ke-72. Islandia pun menutup laga dengan kemenangan 4-1. – PT BESTPROFIT

Meski kalah telak, setidaknya ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik Timnas Indonesia. Bahkan, melawan tim sekelas Islandia, Indonesia bisa unggul dalam penguasaan bola. Selain itu, setidaknya ada tiga pemain Indonesia yang layak mendapatkan kredit atas penampilannya.

1. Andritany Ardhiyasa
Status sebagai kiper utama Indonesia saat ini memang layak disematkan kepada Andritany. Selama beberapa tahun terakhir, kehebatannya sudah dibuktikan saat ia membela Persija.

Di Liga 1 2017, ia menjadi kiper yang paling sedikit kebobolan, yakni hanya 24 gol. Kehebatannya pun kembali dibuktikan saat berseragam Indonesia pada laga melawan Islandia. Meski kebobolan empat gol, penampilannya cukup memukau. – BEST PROFIT

PT Bestprofit – Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

PT Bestprofit – Pada 2008, publik sempat gempar dengan pemberitaan soal pernikahan usia dini. Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji, 43 tahun menikahi Lutfiana Ulfa, bocah berusia 12 tahun yang baru lulus SD. Pernikahan pasangan terpaut jauh beda usia itu mendapatkan restu dari orangtua Ulfa yang merelakan sang putrinya menjadi istri kedua.

Pernikahan di bawah umur tak hanya persoalan hukum yang dilangkahi, tapi juga masalah kesehatan. Perkara ini perlu ditanggapi dengan serius.  Data menunjukkan, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berusia belia, atau kurang dari 18 tahun, memiliki risiko kematian lebih tinggi. Namun, di Indonesia pernikahan pada usia dini punya catatan yang tak menggembirakan. Pernikahan pada anak yang kerap terjadi menjadi indikasi bahwa Indonesia tidak ramah untuk anak perempuan.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), rata-rata prevalensi perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun mencapai 22-27 persen. Untungnya, dari 2008 hingga 2015, jumlah prevalensi tersebut menunjukkan penurunan (CAGR) sebesar 3 persen.

Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

Pada 2012, proporsi kelahiran berisiko tinggi tunggal meningkat untuk ibu yang melahirkan di atas 34 tahun. Terlihat dari 7,6 persen dari total kelahiran masuk dalam kategori berisiko tinggi tunggal karena usia ibu melahirkan di atas 34 tahun. Rasio risikonya pun meningkat menjadi 1,51 kali terhadap kelahiran yang tidak berisiko tinggi. Begitu pula dengan usia ibu melahirkan di bawah 18 tahun.

Persentase usia perempuan melahirkan di bawah 18 tahun dalam rentang 10 tahun memang menurun pada 2012 menjadi 2,4 persen dari total kelahiran masuk dalam berisiko tinggi tunggal, tapi rasio risikonya justru meningkat menjadi 2,07 kali.

Pada kategori berisiko tinggi ganda, kelahiran dengan rasio risiko kematian tertinggi terjadi pada kombinasi usia ibu yang tua dengan jarak kelahiran kurang dari 24 bulan maupun urutan kelahiran lebih dari tiga.

Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

Pada 2012, sebanyak 7,1 persen dari total kelahiran masuk dalam kategori berisiko tinggi ganda karena ibu melahirkan pada usia lebih dari 34 tahun dan merupakan urutan kelahiran lebih dari tiga. Selain itu, 0,8 persen dari total kelahiran juga masuk dalam kategori berisiko tinggi ganda karena selain ibu melahirkan di usia lebih dari 34 tahun juga memiliki jarak kelahiran kurang dari 24 bulan dan merupakan urutan anak lebih dari tiga.

Dari sisi rasio risiko, ibu melahirkan berusia lebih dari 34 tahun dengan urutan kelahiran lebih dari tiga dengan risiko sebesar 1,85 kali dibandingkan kehamilan tidak berisiko. Rasio ini lebih rendah dibandingkan ibu melahirkan usia tua dengan jarak kelahiran kurang dari 24 bulan dan urutan melahirkan lebih dari tiga yang rasio risikonya mencapai 2,57 kali. Salah satu risiko melahirkan di luar usia ideal adalah kematian anak.

Berdasarkan angka kematian neonatum–kematian bayi pada usia kurang dari sebulan, rentang 2002-2003 jumlah kasus mencapai 32 kematian per 1.000 kelahiran, khususnya terjadi bagi ibu yang melahirkan di bawah 20 tahun. Sedangkan, bagi ibu yang melahirkan di usia 40-49 tahun, angka kematian neonatum jauh lebih besar hingga 36 kematian per 1.000 kelahiran. Angka kematian neonatum ini pun masih cukup besar di 2012. Sebanyak 34 kematian per 1.000 kelahiran terjadi bagi ibu melahirkan di bawah 20 tahun, dan 33 kematian per 1.000 kelahiran terjadi bagi ibu melahirkan di usia 40-49 tahun.

Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

Risiko yang Dihadapi

Kaitan antara usia ibu saat melahirkan dengan risiko kelahiran menggambarkan pola hubungan bentuk-U (u-shaped graph). Ibu yang berusia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 34 tahun memiliki risiko kelahiran yang lebih tinggi dibandingkan yang berusia antara 20-34 tahun. Pola serupa pun ditunjukkan oleh semua jenis kematian anak.

Pada pernikahan di usia dini, risiko kelahiran berhubungan erat dengan buruknya kesehatan reproduksi dan kurangnya kesadaran anak perempuan terhadap dampak persalinan dini. Tak heran bila tingginya risiko kematian bayi disebabkan karena komplikasi saat persalinan dan tubuh yang belum sepenuhnya matang untuk melahirkan.

Sementara pada perempuan yang menunda kehamilan-–atau berusia lebih dari 34 tahun, memiliki deretan risiko kesehatan seperti tekanan darah sistolik yang lebih tinggi, glukosa darah yang tinggi, kesehatan yang lebih buruk, dan mobilitas yang lebih buruk di kemudian hari dibandingkan dengan perempuan yang melahirkan sebelum usia 34 tahun.

Solusinya harus ada upaya peningkatan status gizi perempuan dan remaja, peningkatan pendidikan seksual-–khususnya kesehatan reproduksi, peningkatan konseling pranikah untuk calon pengantin, peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menjaga mutu kesehatan keluarga (terutama calon ibu) sebelum dan saat hamil, serta pemenuhan kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana serta Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Di luar persoalan tadi, tubuh perempuan punya masa puncak untuk proses reproduksi. Mempertimbangkan waktu yang ideal untuk melahirkan sebuah keputusan yang tepat dan bijak, demi keselamatan perempuan dan bayinya. PT Bestprofit, Bestprofit.