PT Bestprofit Medan

Tak Perlu Dikorek, Ada Kotoran di Lubang Telinga Masih Wajar

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

Jakarta, Menggunakan korek kuping untuk membersihkan bagian dalam telinga adalah sesuatu yang biasa dilakukan orang-orang. Perasaan puas yang bisa ditimbulkan setelahnya membuat seseorang sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini.

Namun demikian ahli kerap mengatakan bahwa membersihkan kotoran dengan korek kuping bukan kebiasaan yang baik. Hal tersebut kembali tertuang dalam pedoman baru yang dirumuskan oleh para dokter telinga hidung dan tenggorokkan (THT) Amerika.Namun demikian ahli kerap mengatakan bahwa membersihkan kotoran dengan korek kuping bukan kebiasaan yang baik. Hal tersebut kembali tertuang dalam pedoman baru yang dirumuskan oleh para dokter telinga hidung dan tenggorokkan (THT) Amerika.

“Pasien mungkin biasa secara buta mengorek kupingnya dengan cotton buds, jepitan kecil, atau alat lainnya,” kata dr Seth Schwartz selaku kepala komite penyusun pedoman untuk American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery.

“Cara-cara tersebut umumnya tak efektif dan justru berbahaya. Bila kulit di saluran telinga tergores bisa berujung pada rasa sakit serta infeksi. Kadang hal ini malah mendorong kotoran semakin masuk ke dalam dan juga berpotensi merusak gendang telinga,” lanjut dr Seth seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/1/2017).

Mengapa ada kotoran telinga dijelaskan oleh dr Seth karena tubuh secara rutin memproduksi cairan lilin (serumen) untuk menangkap debu-debu yang mungkin masuk. Ketika jaringan kulit yang baru tumbuh di saluran kuping maka kotoran akan ikut terdorong menuju lubang telinga dan secara alami keluar sendiri.

Oleh karena itu sebetulnya wajar saja bila di lubang telinga terlihat ada sedikit kotoran. Masalah baru akan muncul apabila proses alami pengeluaran kotoran tersebut terganggu sehingga membuat penumpukan yang berujung pada tertutupnya saluran telinga.

Menurut dr Seth sekitar 10 persen anak-anak dan 20 persen orang dewasa bisa terpengaruh kondisi penumpukan kotoran telinga. Bila sudah demikian maka langkah yang paling disarankan adalah mengunjungi dokter THT. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : health.detik